Grow & Bless

Kenali Apa Itu B2B dan Cara Mendapatkan Leads untuk B2B

Ardian Susanto Ardian Susanto
6 min read
Kenali Apa Itu B2B dan Cara Mendapatkan Leads untuk B2B

Business-to-Business atau B2B menjadi salah satu kata yang sering ditemui dalam dunia bisnis saat ini. Tidak heran jika ada banyak perusahaan yang terlibat dalam hubungan bisnis dengan skema B2B. Hal ini karena perusahaan sering kali menyediakan apa yang diinginkan bisnis yang membutuhkan barang atau jasa.

Kenali Apa Itu B2B dan Cara Mendapatkan Leads untuk B2B
b2b

Key Takeaways

  • B2B adalah jenis perusahaan yang menawarkan transaksi bisnis antara satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
  • Untuk mendapatkan leads B2B, Anda bisa melakukan pendekatan dengan mengoptimalkan website bisnis B2B Anda

Meskipun begitu, mendapatkan leads B2B dan B2C memiliki pendekatan yang berbeda sehingga mendapatkan hasil untuk target B2B membutuhkan usaha lebih. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang B2B dan cara untuk menjangkau konsumen bisnis serta mendapatkan leads untuk B2B.

Definisi B2B

Apa itu B2B? B2B adalah perusahaan yang menawarkan transaksi bisnis antara satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Transaksi B2B sendiri dapat terjadi karena suatu bisnis atau perusahaan membutuhkan barang dan jasa dari perusahaan lain.

Kebutuhan ini juga beragam urgensinya, mulai untuk mengisi kebutuhan bahan baku, menunjang proses produksi, hingga proses distribusi dan pemasaran dari suatu produk.

Oleh karena itu, mayoritas dari perusahaan yang bergerak di bidang B2B umumnya adalah perusahaan dengan bisnis menyuplai bahan baku, alat produksi, atau layanan kebutuhan bisnis yang dapat mendukung kelancaran operasi suatu perusahaan.

Ini juga yang membuat target pasar dari B2B sendiri merupakan perusahaan yang melakukan produksi dan ingin memasarkan produknya untuk mendapatkan keuntungan.

Ada beberapa perbedaan B2B dan B2C. B2C merupakan hubungan bisnis antara perusahaan yang memproduksi barang dengan target pasar konsumen akhir yang menggunakan produk siap pakai. Sedangkan, B2B adalah hubungan bisnis yang tidak melibatkan konsumen akhir.

Selain itu, hubungan B2B membutuhkan kontrak dan perjanjian sebelum transaksi terjadi, sedangkan B2C tidak membutuhkan kontrak dan dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen.

Salah satu contoh usaha dari B2B sendiri mulai dari penyuplai bahan baku, jasa digital marketing, dan jasa pembuatan website yang sering menjadi contoh perusahaan B2B.

Karakteristik B2B

Berikut adalah karakteristik dari B2B yang umum ditemui dalam praktiknya

1. Bersifat Kemitraan

Umumnya, hubungan bisnis dari B2B bersifat kemitraan. Dalam hal ini, umumnya perusahaan B2B sudah saling mengenal dan memiliki hubungan jangka panjang dengan perusahaan mitra atau klien.

2. Transaksi Bisnis B2B Dilakukan dengan Negosiasi dan Perjanjian

Berbeda dengan transaksi B2C, transaksi bisnis yang dilakukan oleh B2B dilakukan dengan cara negosiasi yang perlu disepakati sebelum akhirnya membuat perjanjian bisnis. Hal ini penting karena hubungan B2B dilakukan secara jangka panjang dan memerlukan kepastian yang saling menguntungkan.

3. Transaksi Bisnis Barang atau Jasa Membutuhkan Waktu Lama

Karena transaksi bisnis dalam B2B dilakukan secara negosiasi, tidak heran jika transaksinya membutuhkan waktu yang lama. Tentunya hal ini penting karena semua pihak dalam B2B menginginkan perjanjian bisnis dan transaksi yang menguntungkan kedua belah pihak.

4. Hubungan antar Perusahaan Terstandar dan Memiliki Prosedur

Lewat negosiasi dan perjanjian yang dilakukan dalam transaksi B2B, hubungan antar perusahaan B2B ini pada dasarnya sudah terstandar dan memiliki prosedurnya tersendiri yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Prosedur ini meliputi jenis barang yang dibeli, prosedur pembelian dan pengiriman, prosedur pembayaran, hingga mekanisme penyelesaian sengketa di tengah jalan nanti.

Bagaimana Cara Mendapatkan Leads untuk B2B?

Cara Mendapatkan Leads B2B

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan leads dalam B2B? Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda.

1. Memanfaatkan Content Marketing

Data dari E-commerce Platform menyebutkan jika 93% transaksi bisnis B2B diawali lewat pencarian secara digital. Oleh karena itu, content marketing menjadi salah satu strategi yang vital alam mendapatkan lead untuk transaksi B2B.

Membuat konten dengan target audiens yang spesifik kepada bisnis di channel komunikasi yang tepat dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendapatkan lead.

Dalam konten marketing, website sangat penting bagi perusahaan. Baik landing page atau blog dapat menjadi media untuk memberikan informasi dan konten informatif yang dibutuhkan bagi target audiens.

Oleh karena itu, website atau landing page harus dapat memenuhi standar yang tinggi dengan SEO yang optimal. Ini agar saat mereka mencari solusi yang dibutuhkan, bisnismu akan muncul pada laman paling atas di pencarian.

2. Membuat Landing Page yang Tepat

Karena suatu bisnis membutuhkan website, maka bisnis tersebut juga membutuhkan landing page yang tepat.

Landing page adalah halaman khusus pada website yang berisi informasi singkat tentang produk, alasan kenapa harus menggunakan produkmu, dan formulir untuk mengumpulkan leads.

Oleh karena itu, landing page menjadi penting untuk mempromosikan produk atau layanan serta meningkatkan conversion rate.

Kabar baiknya, Anda bisa membuat beberapa landing page untuk berbagai jenis target audiens untuk menghasilkan prospek yang lebih optimal. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan landing page sebagai homepage dari website atau memisahkan antara keduanya.

3. Membagikan E-Book atau Whitepapers Secara Gratis

Selanjutnya, Anda juga bisa membagikan e-book atau whitepapers yang Anda buat lalu dibagikan secara gratis kepada calon pelanggan. Ini merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan bisa Anda lakukan untuk menggaet pelanggan.

Umumnya, e-book atau whitepapers yang diberikan berisi sekilas tentang solusi yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh target pelanggan. Hal ini membuat calon pelanggan semakin tertarik terhadap produk dan layanan yang Anda tawarkan.

Oleh karena itu, Anda perlu membuat e-book atau whitepapers dengan tema yang lebih spesifik dengan konten yang dibutuhkan oleh para calon pelanggan yang sedang Anda prospek.

4. Menawarkan Produk Secara Cuma-Cuma dengan Free Trial

Cara selanjutnya, Anda bisa menawarkan produk secara gratis atau free trial. Lewat cara ini, calon pelanggan Anda dapat merasakan produk Anda dan mengetahui bagaimana produk atau layanan yang Anda tawarkan dapat membantu bisnis mereka tanpa membuat mereka mengeluarkan uang terlebih dahulu.

Sistem ini bisa kita temui di beberapa jenis bisnis, seperti software tools gratis yang bisa dicoba selama beberapa hari, tester produk makanan kepada calon pelanggan, hingga layanan konsultasi untuk bisnis secara gratis.

5. Memanfaatkan Marketing Media Sosial

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan leads adalah dengan menggunakan media sosial. Melalui cara ini, bisnis Anda harus memiliki konten-konten informatif dan berkualitas yang dapat menarik minat calon pelanggan.

Anda juga bisa membuat konten interaktif yang bisa menarik interaksi antara bisnis Anda dengan calon pelanggan. Melalui hal ini, Anda dapat menjalin hubungan dengan calon pelanggan bahkan sebelum melakukan transaksi.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan email marketing sebagai cara untuk memasarkan produk atau layanan Anda. Caranya, bisa dengan menggunakan konten yang mengarahkan audiens untuk mengunjungi landing page sehingga Anda bisa mendapatkan informasi seperti kontak dan email dari pengunjung landing page.

6. Manfaatkan Google Ads

Tidak hanya owned media saja, Anda juga dapat memanfaatkan Google Ads untuk mendapatkan leads yang optimal. Cara ini justru menjadi cara yang paling penting untuk dipahami oleh pemilik bisnis B2B karena efektivitasnya.

Jika target pelanggan Anda mencari suatu topik atau solusi atas masalah yang mereka hadapi di internet, mereka akan menemukan iklan atau konten dari bisnis Anda melalui Google Ads.

Melalui hal ini, target pelanggan Anda akan menemukan apa yang mereka cari dan membuat mereka masuk mengunjungi landing page bisnis Anda untuk menemukan konten, seperti e-book, whitepapers, atau konten informasi produk yang dibutuhkan.

Dengan adanya Google Ads, digabungkan dengan optimasi landing page dan media sosial, Anda bisa menjangkau target pelanggan lebih luas dibandingkan hanya memanfaatkan media sosial saja.

7. Optimalkan SEO Website Melalui Artikel atau Website yang SEO-Friendly

Selanjutnya, Anda perlu mengoptimasikan website Anda dengan mengoptimalkan SEO. SEO berperan penting bagi perusahaan B2B dalam mencari leads yang nantinya dikonversi menjadi pelanggan.

Melalui berbagai strategi SEO, seperti keyword optimization, meta tags, dan optimasi konten, ini akan membantu bisnis menjadi semakin terlihat dan muncul dalam pencarian teratas di search engine. Lewat hal ini, target audiens tentunya akan melihat bisnis Anda pada hasil teratas untuk kata kunci yang sedang mereka cari.

Tidak hanya itu, SEO sendiri juga dapat mengoptimalkan strategi content marketing dan email marketing. Melalui SEO, Anda dapat meningkatkan traffic website Anda yang kemudian diintegrasikan dengan media sosial.

Oleh karena itu dalam membuat website dan artikel, pastikan untuk setiap konten yang Anda buat telah dioptimasi SEO-nya. Namun, menggunakan strategi SEO juga perlu dibarengi dengan konten yang menarik dan berkualitas.

Bagaimana, apakah sekarang Anda sudah tertarik untuk meningkatkan leads bagi bisnis B2B Anda? Cara-cara tersebut bisa Anda terapkan khususnya jika Anda sudah memiliki website.

Tertarik untuk mulai membuat website untuk bisnis B2B milikmu dengan strategi SEO yang optimal? Coba kembangkan dengan Grow&Bless, untuk dapatkan solusi lebih dari sekedar pembuatan website. Klik di sini!

Baca juga: Miliki Website Profesional dengan Jasa Pembuatan Website UMKM

Share
Ardian Susanto

Written by

Ardian Susanto

CEO & Founder

Ardian Susanto adalah spesialis SEO dan Google Ads bersertifikasi Google Skillshop dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam pemasaran digital B2B. Ia telah membantu berbagai perusahaan meningkatkan visibilitas online dan performa akuisisi digital melalui strategi SEO teknis dan kampanye Google Ads berbasis data. Sepanjang kariernya, Ardian pernah bekerja dengan berbagai organisasi dan perusahaan enterprise, termasuk Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Nasional (BSN), OCBC, dan Bussan Auto Finance (BAF), serta klien B2B di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Kanada. Di blog ini, Ardian membagikan wawasan praktis tentang SEO teknis, Google Ads, dan strategi pemasaran digital B2B berdasarkan pengalaman langsung menangani proyek dan kampanye klien. Terhubung dengan Ardian di LinkedIn untuk berdiskusi tentang SEO, Google Ads, dan strategi pertumbuhan digital.

Keep Reading

Let's Talk

Ready to Apply These Strategies to Your Business?

The strategies we write about are the same ones we execute for our clients. Let's have an honest conversation about what we can do for you.