Grow & Bless

Memahami Cara Kerja Search Engine Marketing

Bikin artikel yang bisa muncul di halaman pertama mesin pencari itu nggak pernah mudah. Tapi meskipun begitu, bukan berarti semua itu nggak bisa dilakukan. Ada strategi yang bernama search engine marketing yang siap membantu Anda.

Melalui search engine marketing, Anda bisa lebih mudah mendorong artikel hingga ke puncak hasil pencarian di Google dalam waktu yang relatif singkat. Menarik bukan?

Pada artikel kali ini, akan dibahas semua yang Anda butuhkan tentang search engine marketing. Mulai dari pengertian lengkap hingga ke cara menjalankannya, semua bisa Anda dapatkan di sini. So, tunggu apa lagi, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Memahami Cara Kerja Search Engine Marketing

Apa Itu Search Engine Marketing (SEM)

Nama search engine marketing (SEM) sudah familiar di kalangan para pemilik website. Bahkan, ada brand yang khusus mempekerjakan karyawan dengan job description menulis artikel untuk kebutuhan SEM.

Nah, sebenarnya apa sih SEM itu? kenapa hampir semua brand berlomba menggunakan strategi SEM ini?

Search engine marketing adalah salah satu strategi marketing yang digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencarian (Google). Jadi, artikel website yang Anda buat akan lebih mudah ditemukan oleh audiens ketika mereka menulis keywords di Google.

SEM ini bekerja dengan memanfaatkan iklan berbayar atau pay per click (PPC). Pay per click digunakan untuk mengiklankan sebuah situs dalam mesin pencarian agar tampil di halaman teratas. Pay per click ini bisa dibilang menjadi bagian dari strategi SEM. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa pay per click juga bisa digunakan untuk strategi marketing yang lain.

Oleh karena itu, SEM sangat bergantung pada fitur iklan seperti Google Ads, Bing Ads, dan sejenisnya.

Ketika Anda berniat menggunakan strategi SEM untuk optimasi website, Anda perlu menyiapkan budget tertentu untuk kebutuhan iklan tersebut. Besar kecilnya budget yang dikeluarkan akan berpengaruh pada waktu tayang iklan.

Jika digunakan dengan tepat, metode SEM sangat efektif untuk mendukung strategi digital marketing. Baik itu meningkatkan penjualan, memperkuat brand awareness, dan sebagainya.

Pilar Penting Search Engine Marketing

Menjalankan strategi search engine marketing perlu beberapa perhitungan yang teliti. Pasalnya, ketika Anda salah strategi, budget iklan yang Anda bayarkan bisa menjadi sia-sia.

Agar hal ini tidak terjadi pada website Anda, penting untuk mengetahui beberapa pilar atau komponen dalam search engine marketing.

1. Target Audiens

Setiap strategi digital marketing itu harus dijalankan sesuai dengan porsinya. Setiap konten yang dibuat harus disesuaikan dengan target audiens yang ingin dicapai.

Ketika hendak menentukan target audiens, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

a. Lokasi

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menentukan target audiens adalah memfokuskan lokasi audiens. Anda perlu membuat gambaran, kira-kira lokasi mana yang berpotensi mendatangkan banyak profit bagi bisnis Anda. Lokasi ini akan menentukan besar kecilnya penjualan produk atau jasa dari brand Anda.

Misalnya, bisnis Anda bergerak di bidang retail. Anda punya produk berupa jam tangan wanita yang elegan. Jadi, Anda membutuhkan target audiens yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

Untuk itu, Anda bisa memilih lokasi domisili audiens yang memiliki habit pekerja kantoran dan mahasiswa. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dalam menentukan lokasi, sebaiknya Anda melakukan survey terlebih dahulu.

b. Perilaku

Ketika menentukan target audiens, Anda juga bisa melakukan apa yang disebut dengan remarketing.

Remarketing adalah strategi khusus yang bertujuan untuk memanggil audiens lama yang pernah mengunjungi website Anda. Dalam remarketing, perilaku audiens menjadi tolak ukur utama.

Jadi, yang menjadi target marketingnya adalah mereka yang memang sudah familiar dengan website Anda.

Contoh simpelnya adalah, ketika Anda membuka suatu web tertentu baik secara sengaja tau tidak, kemudian menutupnya kembali. Saat Anda membuka Google, website itu akan muncul di kolom paling atas. Hal ini disebabkan karena sistem telah merekam jejak Anda.

c. Usia dan jenis kelamin

Salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda menentukan target audiens adalah menyeleksi usia dan jenis kelamin mereka. Tentukan siapa saja yang menjadi fokus marketing Anda.

Misalnya jika Anda menjual perlengkapan sekolah, maka settingan usia yang harus dibuat -adalah usia-usia pelajar.

Semakin jelas setting usai dan jenis kelamin target marketing, maka semakin mudah pula konten yang Anda buat ditemukan oleh mereka.

d. Device

Sekarang ini banyak orang melakukan pembelian produk atau jasa melalui berbagai jenis gadget. Oleh karena itu, Anda juga bisa menentukan target audiens berdasarkan atas device yang mereka gunakan.

Misalnya, website Anda digunakan untuk menjual baju dan sepatu. Agar bisa mendapatkan audiens yang sesuai, Anda bisa setting device dengan lengkap. Seperti device pengguna Android, Apple, Windows dan sebagainya.

2. Keywords

Keyword adalah nyawa dari search engine marketing (SEM). Jika salah menentukan keyword, maka akan berpengaruh pada performa website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu hati-hati dalam memilih keyword yang relevan.

Ada beberapa jenis keyword yang wajib Anda tahu. Semua memiliki tupoksinya masing-masing yang akan berguna bagi bisnis Anda. Berikut ulasan dari macam-macam keyword dalam SEM .

a. Negative keyword

Jenis keywords pertama adalah negative keyword. Negative keyword adalah keyword yang tidak relevan dengan bisnis Anda. Jadi jenis keyword ini harus Anda hindari.

Misalnya, Anda menjual produk berupa handphone baru. Maka negative keyword yang harus dihindari adalah “handphone bekas‘ dan “service handphone“.

b. Broad match keyword

Broad match keyword adalah penyebutan untuk jenis keyword yang paling umum. Keyword ini akan sangat efektif untuk menjaring audiens dari berbagai latar belakang dengan traffic yang tinggi. Semua audiens yang mengetikkan kata kunci umum tersebut, otomatis akan menemukan website Anda.

Broad match keyword juga sering disebut dengan keyword default Google Ads. Ketika Anda memilih satu broad match keyword, maka konten Anda akan muncul di halaman Google dengan konten yang beragam.

Contoh dari keyword jenis ini adalah kata handphone. Ketika kata handphone yang dipilih, konten Anda tidak hanya akan muncul ketika kata handphone dituliskan. Tapi lebih jauh dari itu, konten Anda juga akan tayan di halaman hasil pencarian dari kata kunci lain, misalnya “Smartphone’, “Samsung”, “Iphone”. dan sejenisnya.

Tapi, minus dari keyword ini adalah indikasi tayangnya konten di halaman yang tidak relevan.

c. Phrase match keyword

Pharase match keyword merupakan bentuk yang lebih spesifik dari broad match keyword. Keyword ini memungkinkan Anda memperoleh audiens dengan spesifikasi dan traffic yang sedang.

Meskipun begitu, Anda tetap bisa mengatur siapa saja audiens yang akan ditargetkan.

Sebagai contoh, jika pada board match keyword Anda menggunakan kata kunci “handphone’, pada phrase match keyword Anda bisa menggunakan kata kunci “handphone murah“.

d. Exact match keyword

Kata kunci search engine marketing terakhir adalah exact match keyword. Kata kunci ini merupakan kombinasi dari board dan phrase. Exact match keyword adalah kata kunci yang sangat spesifik dan fokus.

Ketika Anda menggunakan kata kunci jenis ini, traffic yang dihasilkan terbilang rendah. Namun, orang-orang yang mencari produk atau jasa dengan kata kunci ini sangat spesifik. Jadi mereka benar-benar berminat atas topik yang mereka cari.

Contoh exact match keyword adalah “handphone merek Samsung“.

3. Budget Iklan

Pilar ketiga dalam SEM adalah besar kecilnya budget iklan yang dibayarkan. Ketika Anda sudah menentukan keyword yang tepat dan didukung dengan setting target audiens yang sesuai, maka kini tinggal iklan yang bekerja.

Ketika iklan dimatikan, maka traffic konten akan mengalami penurunan. Jadi, jika Anda ingin konten Anda terus tayang di halaman pertama mesin pencari, Anda harus terus mengeluarkan budget untuk iklan.

Besar kecilnya budget iklan akan sangat menentukan seberapa lama konten akan tayang dan seberapa cepat ia dapat mendatangkan traffic bagi website. Jadi, penting untuk melakukan penyesuaian terhadap budget iklan yang akan digunakan untuk menjalankan SEM.

Selain itu, perhatikan pula kebutuhan yang lain. Kebutuhan marketing itu nggak cuma soal belanja iklan. Anda harus mengoptimalkan berbagai channel yang lain agar tujuan marketing yang dapat tercapai.

Manfaat Search Engine Marketing Bagi Bisnis

Setelah mengetahui apa saja pilar penting dari search engine marketing (SEM), kini saatnya membahas tentang apa saja manfaat SEM untuk bisnis.

Manfaat Search Engine Marketing Bagi Bisnis

Berikut manfaat dari search engine marketing yang bisa Anda dapatkan jika digunakan dengan tepat dan akurat.

1. Bebas menentukan target audiens

Sistem kerja search engine marketing yang memanfaatkan iklan Google memberikan kemudahan bagi Anda untuk menentukan siapa target audiens Anda.

Anda bisa memilih secara detail siapa saja yang akan menerima iklan website Anda. Mulai dari segi demografi, pekerjaan, dan berbagai latar belakang lain. Jadi, pelanggan yang datang benar-benar spesifik dan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

2. Efektif menjangkau traffic website

Target utama dari semua website adalah “traffic”. Ketika traffic sebuah website tinggi, itu menunjukan bahwa website Anda terindeks dengan baik oleh Google. Selain itu, ranking website juga akan meningkat.

Nah, untuk bisa mendatangkan traffic, Anda tidak bisa hanya mengandalkan search engine optimization (SEO) saja. Anda perlu langkah yang lebih efektif dan cepat. Di sinilah letak SEM bekerja. SEM akan mengumpulkan traffic jauh lebih cepat dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan begitu, website bisnis Anda akan lebih mudah menduduki peringkat pertama di mesin pencarian.

3. Meningkatkan Visibilitas dan Penjualan Produk

Tujuan dari search engine marketing adalah berpusat pada meningkatkan visibilitas sebuah website. Jika website bisnis Anda memiliki visibilitas yang tinggi, otomatis peluang pelanggan melihat website Anda akan semakin besar.

Dengan kata lain, website Anda akan populer.

kalau sudah begitu, Anda tinggal menyiapkan barang yang berkualitas untuk bisa meningkatkan penjualan. Semakin populer sebuah website bisnis, maka semakin tinggi pula peluang untuk melipatgandakan penjualan.

4. Mudah diukur dan dievaluasi

Seperti channel digital marketing lain, SEM juga perlu diukur. Semua itu demi kelancaran proses bisnis kedepannya. Untungnya, search engine marketing sudah dibekali dengan fitur yang memudahkan Anda melakukan pengukuran itu.

Jadi, Anda bisa melakukan trial error terhadap sebuah strategi. Jika berhasil, bisa langsung dijalankan, namun jika gagal pun bisa langsung diganti dengan cepat.

Biasanya, pebisnis menggunakan SEM untuk melakukan research keyword sebelum akhirnya digunakan untuk strategi yang lain.

Cara Kerja Search Engine Marketing

Cara kerja dari search engine marketing sebenarnya cukup mudah. Anda sebagai pemilik website akan membayar sejumlah uang untuk mengiklankan artikel di website Anda. Melalui iklan berbayar ini, Google akan mengolah dan menampilkan hasil pencarian semua orang dengan keyword yang relevan dengan konten Anda.

Jadi bisa dibilang, SEM itu bergantung pada dua aspek yaitu Iklan dan keyword. Iklan yang akan terus mendorong konten agar menempati peringkat pertama di mesin pencari, sedangkan keyword yang akan mendukung algoritma mesin pencari tersebut.

Semakin tepat keyword yang dipilih, maka semakin besar kemungkinan SEM Anda berhasil dijalankan.

Contoh Search Engine Marketing

Search engine marketing memiliki berbagai format yaitu, text, dan PLAs (Product Listing Ads/Shopping ads) berbentuk produk, harga, review dan rating yang bersifat visual.

Jika Anda menemukan sebuah konten dengan logo-logo tersebut, berarti itu merupakan contoh search engine marketing.

Sem dengan format teks biasanya menggunakan Google Adwords, Bing, dan Yahoo Gemini. Biasanya, konten SEM muncul di paling atas ketika orang mengetikkan kata kunci tertentu. Ketika mereka memilih (klik) konten tersebut, maka Anda harus membayar sejumlah uang.

Praktik inilah yang disebut dengan “pay per click”.

Di bawah ini merupakan contoh search engine marketing (SEM)

Contoh Search Engine Marketing

SEM VS SEO

Jika ditanya tentang apa perbedaan antara Search engine marketing dan search engine optimization, tentu yang paling terlihat adalah dari segi biaya.

Dalam menjalankan fungsi optimasinya, SEM memanfaatkan iklan. Jadi, tentu saja Anda harus membayar sejumlah uang. Sedangkan SEO bekerja dengan mengandalkan pencarian organic. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menjalankannya.

Perbedaan kedua terletak pada waktu optimasi yang dibutuhkan. Search engine marketing terbilang lebih efektif jika digunakan untuk bisnis yang memerlukan datangnya traffic dengan cepat. SEM bisa mengantarkan bisnis Anda kepada puncak klasemen Google dalam waktu singkat.

Sedangkan search engine optimization bekerja relatif lambat. Jika Anda sudah memikirkan masa depan bisnis, maka SEO sangat cocok untuk diaplikasikan. SEO bisa menjadi investasi yang menjanjikan di masa depan. Website Anda akan tetap populer selagi konten belum dihapus.

Untuk melihat perbedaannya, lihat gambar berikut:

SEM VS SEO

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa IKEA menggunakan dua strategi secara bersamaan. SEM biasanya muncul di pencarian teratas. Ciri khas SEM adalah terdapat tulisan “iklan” atau “Ad”. Sedangkan artikel SEO muncul di bawahnya.

Baik SEO maupun SEM bisa Anda gunakan semuanya atau salah satunya. Asalkan, sebelum menentukan strategi, pastikan dulu strategi tersebut memang dibutuhkan oleh bisnis Anda.

SEO pun bisa menjadi investasi yang sangat besar untuk website Anda di masa depan. Oleh karena itu, kini banyak perusahaan yang juga berfokus pada SEO. Jika tertarik untuk mencoba SEO, Anda bisa menghubungi agensi seperti Grow and Bless. Kita akan membantu Anda dalam memaksimalkan penggunaan SEO.

Tidak hanya di situ, Grow and Bless juga bisa membantu Anda untuk memaksimalkan channel digital marketing lain, seperti Google Ads, dan social media management. Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Tips Memulai SEM Sebagai Strategi Digital Marketing

Memulai untuk menggunakan search engine marketing sebagai salah satu strategi digital marketing memang sebuah langkah yang tepat. Meskipun begitu. Anda tetap harus ekstra hati-hati. Apa lagi SEM sangat erat kaitannya dengan budgeting. Kalau salah langkah, bisa jadi boomerang untuk bisnis sendiri.

Nah, untuk mengurangi resiko gagalnya strategi SEM, Anda bisa menyimak beberapa tips ini.

1. Riset Pencarian Produk di Mesin Pencari

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum menjalankan SEM adalah mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang trend pencarian audiens. Lakukan riset mendalam tentang keyword yang sering digunakan oleh audiens.

Jika Anda menjalankan SEM menggunakan platform Google Ads, Anda dapat melakukan riset dengan menggunakan Google Keyword Planner dan Google Trend.

2. Tentukan Target Key Index Performance (KPI)

Key index performance atau KPI adalah sebuah matrix untuk mengukur keberhasilan sebuah campaign yang telah dibuat. Isinya bisa beragam tergantung kebutuhan bisnis. Namun, Anda bisa memulainya dari yang paling sederhana. Misalnya, membuat tabel tentang target reach, click, dan impression.

Menentukan KPI sebelum menjalankan SEM sangat penting untuk mengetahui seberapa efektif strategi SEM yang telah dijalankan.

3. Mengatur Budget Iklan

Hal penting sebelum menjalankan SEM adalah management budget yang digunakan. Atur budget iklan secara berkala. Jangan langsung menggunakan semua budget untuk sekali iklan.

Anda perlu mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan jika SEM tidak berhasil dijalankan. Jadi, penting untuk selalu memiliki backup plan dalam hal budgeting ini.

Jika Anda masih baru di dunia Google Ads, maka cobalah dari budget yang paling rendah terlebih dahulu. Jika Anda dapat mengontrol budget tersebut, maka Anda bisa menambahkan budget secara bertahap.

4. Buat Sistem Tracking yang Efektif

Ketika bicara tentang platform digital, berarti berbicara juga dengan kemudahan tracking atau pelacakan. Hal ini berlaku pula pada SEM. Dengan tracking secara berkala dan efektif, Anda bisa mencari tau letak kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui konten mana saja yang berhasil.

Untuk melakukan tracking ini, Anda bisa memanfaatkan Google Analytics. Install Google Analytics di website Anda, dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk mengakses data untuk kebutuhan analisis.

Baca Juga: SEO VS SEM: Definisi dan Perbedaan Keduanya

Key Takeaways

  • Search engine marketing merupakan salah satu strategi optimasi website untuk meningkatkan visisbilitasnya. Dalam praktiknya, search engine marketing (SEM) bekerja dengan bantuan iklan. Iklan ini yang nantinya akan membantu konten artikel mudah ditemukan oleh audience dan muncul di halaman pertama mesin pencari.
  • Meskipun terdengar sama, SEM dan SEO punya peran yang berbeda. SEM bekerja lebih cepat untuk menjaring traffic lebih luas. Sedangkan SEO fokus pada pencarian organik dan membutuhkan waktu jauh lebih lama. Namun, SEO tatap efektif untuk investasi website jangka panjang.
  • Cara kerja search engine marketing sangat bergantung pada iklan. Jika iklan dimatikan, maka performa website akan menurun. Namun, jika Anda terus membayar iklan, artikel Anda akan muncul lebih lama.
  • Strategi SEM sangat menguntungkan jika digunakan untuk website bisnis. Dengan traffic tinggi yang dihasilkan, bisnis Anda akan cepat dikenal oleh calon pelanggan. Jika sudah begitu, tidak hanya penjualan saja yang akan meningkat, namun juga brand awareness juga akan lebih kuat.

SEO VS SEM: Definisi dan Perbedaan Keduanya

Ketika bicara tentang optimasi website, nama Search Engine Optimization dan Search Engine Marketing menjadi yang paling sering dibicarakan. Keduanya memang bisa dinilai efektif untuk mendatangkan traffic dan meningkatkan ranking.

Sayangnya, dalam penggunaannya masih banyak yang tertukar antara SEO dan SEM ini. Nah, di artikel ini kita akan bahas dari A sampai Z tentang SEO VS SEM.

Seperti yang kita tahu, baik SEO maupun SEM sebenarnya memiliki tujuan yang sama. Keduanya merupakan strategi untuk membawa website ke puncak pertama mesin pencari.

SEO VS SEM: Definisi dan Perbedaan Keduanya

Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan SEO VS SEM, Anda perlu tahu definisi dari keduanya. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk membedakan dan memilih mana yang sesuai untuk bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Search Engine Optimization (SEO)?

Search Engine Optimization atau lebih dikenal dengan SEO adalah sebuah strategi optimasi website secara organik untuk mendapatkan traffic yang lebih tinggi. Tujuan dari SEO adalah membuat konten website tampil di halaman depan masin pencari.

Baca Juga: Kenali Lebih dalam Tentang Apa Itu SEO

Kenapa harus tampil di paling depan?

Website yang tampil di halaman depan akan memiliki peluang dibaca lebih besar dibanding dengan konten di slide berikutnya. Jika sebuah konten berhasil tembus ke halaman paling depan, maka traffic yang dihasilkan pun cenderung tinggi.

Secara umum, teknik SEO berfokus pada dua hal, yaitu SEO On page dan Off page SEO. On Page SEO adalah metode optimasi dengan memfokuskan pada apa yang ada di dalam konten. Mulai dari Judul, keyword, isi konten, hingga penggunaan penggunaan gambar dan Alt. 

Sedangkan SEO Off-Page ialah metode optimasi yang dilakukan dari luar konten. Contoh nyata dari SEO Off-Page adalah penggunaan backlink yang akan memicu munculnya traffic. Pada dasarnya kedua hal ini berfokus untuk mendatangkan trafik melalui pencarian organik.

Baca Juga: Mengenal Off-page SEO dan Teknik Optimasinya

Kenal Lebih Dekat dengan Search Engine Marketing (SEM)

SEM merupakan kependekan dari Search Engine Marketing. Fokus utama penggunaan SEM adalah untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari (Google).

Cara kerja SEM adalah dengan sistem berbayar (PPC atau pay per-click). Oleh karena itu, SEM sangat bergantung pada platform iklan berbayar seperti Google Ads, Bing Ads, dan sejenisnya.

Ketika memilih SEM sebagai metode optimasi website, maka Anda harus menyiapkan budget untuk kepentingan iklan dan mengoptimalkan website yang proper untuk penjualan.

Tujuannya adalah, ketika ada orang menuliskan kata yang sesuai dengan keyword, halaman website yang menggunakan SEM akan muncul lebih dulu pada halaman depan mesin pencari.

SEO VS SEM Apa Bedanya?

Sama-sama memiliki fungsi untuk optimasi website, keduanya punya karakter kuat masing-masing. Berikut perbedaan SEO dan SEM.

SEO VS SEM Apa Bedanya?

1. Biaya yang Dikeluarkan

Perbedaan SEO VS SEM pertama adalah pada biaya yang dikeluarkan. SEO berfokus untuk optimasi pencarian organik, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya apapun dalam prosesnya. Cukup pertimbangkan penggunaan keyword yang kuat dan konten yang berkualitas, maka optimasi akan berjalan dengan sendirinya.

Sedangkan SEM yang instan dan berbayar membutuhkan budget tertentu untuk kebutuhan iklan. Anda harus membayarkan sejumlah uang agar artikel Anda bisa naik ke halaman pertama Google.

2. Jangka Waktu Penayangan

Dilihat dari jangka waktu penayangan, perbedaan SEO dan SEM sangat jauh. SEM memiliki keterikatan dengan iklan, sehingga hanya akan tayang di halaman utama selagi Anda membayar iklan tersebut. Ketika Anda mematikan iklan, maka artikel website akan langsung turun drastis.

Sedangkan SEO bekerja sebaliknya. Jika keyword yang digunakan berhasil, maka selagi sebuah halaman website belum Anda hapus, maka peluang untuk bertahan di halaman utama mesin pencari. Jadi waktu penayangan SEO lebih lama dan bisa dipakai dalam jangka panjang.

3. Kemudahan Riset Audiens

Perbedaan SEO dan SEM kedua adalah riset audiens. Dalam hal ini SEM lebih bisa diandalkan dibanding SEO. Hal tersebut tentu terjadi karena dengan SEM Anda bisa mengatur kapan waktu mematikan iklan dan melihat ketertarikan audiens.

SEM juga memungkinkan Anda merevisi judul, keyword dan konten untuk disesuaikan dengan karakteristik audiens. Sedangkan pada SEO, karena fokus pada hasil pencarian organik maka butuh waktu unt

Baca Juga: Rekomendasi Tools SEO Terbaik dan Gratis

4. Hasil Yang Diperoleh

Ketika Anda menggunakan SEM, maka hasil dari iklan yang Anda bayarkan langsung dapat diketahui. Anda bisa melihat langsung berapa klik yang di dapat, termasuk seberapa jauh konten Anda tersebar.

Sedangkan hasil dari SEO tidak bisa langsung diketahui. Diperlukan waktu setidaknya tiga bulan untuk dapat melihat perkembangan konten website Anda. Jangka waktu ini tentu akan berbeda tergantung persaingan kata kunci yang Anda gunakan

Setelah mengetahui perbedaan antara SEO dan SEM, tentu akan muncul pertanyaan: “Lalu mana yang worth it untuk dicoba?”. Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan di bawah ini.

SEO VS SEM Mana yang Lebih Worth It Untuk dicoba?

Membandingkan antara SEO dan SEM selalu menarik perhatian. Pasalnya, kedua hal ini sebenarnya berkaitan  satu  sama lain dan saling melengkapi.

Tapi, jika Anda harus memilih salah satu untuk website, mungkin Anda bisa menggunakan beberapa pertimbangan ini.

1. Tentukan Goals Spesifik Anda

Ketika Anda menginginkan semua serba cepat dan instan, maka SEM adalah solusi yang tepat. Dengan SEM Anda bisa mempercepat pertumbuhan website, meningkatkan angka penjualan, bahkan bisa mendapatkan hasil pencarian tertinggi dengan waktu yang singkat.

Namun jika fokus goals Anda adalah perencanaan dan investasi jangka panjang, maka SEO akan lebih tepat untuk digunakan. Dengan SEO Anda bisa menabung konten yang akan terus berkembang di depannya.

2. Pertimbangkan Financial Anda

Memilih antara SEO VS SEM tentu tidak bisa lepas dari yang namanya biaya. Jika Anda memiliki budget lebih untuk kegiatan digital marketing, maka SEM layak untuk dicoba. 

Namun, jika bisnis Anda terbilang masih baru dan membutuhkan penyesuaian di berbagai titik, maka penggunaan SEO akan lebih bijaksana. Dengan SEO Anda bisa memangkas budget digital marketing karena tidak perlu mengeluarkan biaya penanganan.

3. Riset Website Kompetitor

Jika Anda ingin mengalahkan kompetitor melalui traffic website, maka Anda harus tahu dulu strategi apa yang mereka gunakan dan keyword apa yang bekerja di website mereka. Cari tahu pula apakah mereka juga menggunakan SEM atau hanya mengandalkan SEO saja.

SEO VS SEM Mana yang Lebih Worth It Untuk dicoba?

Untuk masalah keyword, Anda bisa mencari tahu lewat beberapa platform yang tersedia. Jika sudah ditemukan, carilah celah dari kata kunci tersebut. Strategi ini lah yang bisa membuat Anda memenangkan persaingan. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan jasa pihak ketiga seperti Grow & Bless untuk membantu mendapatkan hasil pencarian keywords yang akurat untuk Anda.

Setelah mendapatkan hasil pencarian dari data keywords kompetitor, Anda bisa mengukur kekuatan Anda sendiri. Jika Anda merasa dapat bersaing dengan SEO, maka tidak perlu menggunakan SEM. Tapi jika Anda merasa SEO saja tidak cukup, maka SEM bisa menjadi opsi yang tepat.

4. Pengetahuan Karakteristik Audiens

Terjun di dunia bisnis yang memanfaatkan website sebagai media promosi, tentu membuat Anda perlu riset audiens dengan lebih detail. Jika Anda merasa sudah mengetahui karakteristik dan apa yang mereka butuhkan, maka SEO akan lebih tepat digunakan.

Dengan search engine marketing(SEM) Anda tidak hanya memanjakan audiens dengan konten yang mereka sukai, tapi sekaligus melakukan investasi jangka panjang untuk menjaring audiens lebih banyak lagi.

Namun kalau Anda belum paham betul tentang karakteristik Audiens, maka akan lebih baik jika menggunakan SEM. Dengan SEM Anda bisa melakukan survei audiens secara bersamaan. 

Melalui pertimbangan di atas, Anda akan lebih mudah menentukan mana yang pas untuk bisnis Anda.

Perlu digaris bawahi di sini bahwa setiap strategi dalam digital marketing harus disesuaikan dengan karakteristik bisnis yang dijalankan. Jika tidak, maka hasilnya akan kurang maksimal.

Nah, setelah tau bagaimana beberapa pertimbangan dan serba-serbi tentang SEO VS SEM, maka kita sampai di bahasan terakhir yaitu kombinasi antara SEO dan SEM. Bisa atau tidak sih keduanya digabung dalam waktu yang sama? 

Kombinasi Antara SEO dan SEM

Menggunakan SEO dan SEM secara bersamaan sebenarnya sudah bukan hal yang baru. Banyak brand yang sudah mencoba menggunakan strategi ini dan membuahkan hasil. Dengan mengkombinasikan keduanya, sebenarnya Anda telah berjalan selangkah lebih maju.

Jadi, sebenarnya apa sih keuntungan menggunakan SEM dan SEO secara bersamaan?

SEM yang dapat membaca karakteristik audiens dengan lebih cepat dan akurat, akan membuat kinerja SEO menjadi lebih mudah. Anda bisa tau konten apa yang dibutuhkan oleh audiens. Dengan begitu, hasil penulisan SEO dapat disesuaikan.

Selain itu, kombinasi SEO dan SEM juga akan meningkatkan reputasi dan ranking website Anda. Jika sudah begitu, maka Anda dapat hal-hal seperti penjualan produk, brand awareness dan keuntungan lain bisa lebih mudah Anda dapatkan.