Grow & Bless

Menguasai Google Display Network: Strategi dan Tips dalam 7 Bagian Penting

Kamu pernah mendengar tentang Google Display Network (GDN)? Kalau kamu adalah pemilik bisnis atau pemasar yang ingin mengembangkan bisnis online-mu, kamu tentu perlu memahami GDN. Kenapa? Karena ini bisa menjadi ‘rahasia sukses’ kampanye iklan digitalmu.

google display network

Key takeaways

  1. Google Display Network (GDN) adalah sebuah jaringan iklan yang memungkinkan bisnis untuk memasang iklan dalam berbagai format pada jutaan situs web di seluruh dunia.

  2. GDN menyediakan berbagai jenis penargetan yang dapat kamu gunakan untuk mencapai audiens yang paling relevan, termasuk topic targeting, placement targeting, interest targeting, demographic targeting, dan remarketing targeting.

  3. Untuk sukses dalam menggunakan GDN, penting untuk mengoptimalkan kampanyemu, menggunakan budget dengan bijak, dan memilih penargetan yang paling sesuai dengan tujuan bisnismu.

  4. Pengelolaan iklan yang efektif pada GDN melibatkan pengawasan konstan terhadap iklan, alokasi budget untuk testing, serta pengukuran dan analisis kinerja iklan.

  5. Grow&Bless Digital Marketing, sebagai partner Google, siap membantu kamu dalam merancang dan mengimplementasikan strategi iklan Google yang efektif dan sesuai dengan tujuan bisnismu.

Mari kita mulai petualangan kita di dunia GDN!

Apa Itu GDN (Google Display Network)?

Jadi, apa sebenarnya GDN itu? Singkatnya, Google Display Network adalah jaringan iklan super besar yang mencakup lebih dari dua juta situs web, video, dan aplikasi. Tempat di mana iklan kamu bisa muncul di halaman dan dilihat oleh jutaan orang. GDN memungkinkan kamu untuk menampilkan iklan dalam berbagai format ke orang-orang yang mungkin saja tertarik dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Keren, kan?

Sejarah dan Pengembangan GDN

Google Display Network dimulai dari proyek sederhana Google yang bertujuan untuk membantu para pelaku bisnis memasarkan produk dan layanan mereka di internet. Dari waktu ke waktu, GDN telah berkembang menjadi salah satu platform iklan terbesar di dunia internet, yang bisa diakses oleh 90% pengguna internet di seluruh dunia.

Perbedaan Google Display Network vs Search Network

Mungkin kamu bertanya, “Apa bedanya Google Display Network dengan Google Search Network?” Meskipun keduanya merupakan produk Google, mereka memiliki perbedaan mendasar. Google Search Network memungkinkan kamu untuk menampilkan iklan di hasil mesin pencarian Google, sementara GDN memungkinkan kamu untuk menampilkan iklan di berbagai situs web dan aplikasi. Plus, GDN juga memungkinkan kamu untuk menampilkan iklan dalam format yang lebih visual dan menarik calon konsumen, seperti banner dan video.

Kenapa Google Display Network Penting untuk Bisnis Online-mu?

Sebelum kita masuk ke detail lebih jauh, mari kita bicara tentang kenapa GDN sangat penting untuk bisnis online-mu.

Meningkatkan Brand Awareness

Mungkin kamu punya produk atau layanan hebat. Tapi, apa gunanya jika tidak ada yang tahu tentang itu? Salah satu kekuatan terbesar Google Display Network adalah kemampuannya untuk meningkatkan brand awareness. Dengan lebih dari dua juta situs di jaringannya, GDN memungkinkan kamu untuk menjangkau jutaan orang di seluruh dunia, membuat brand kamu dikenal oleh lebih banyak orang.

Penargetan yang Tepat untuk Tujuan Bisnis

GDN menawarkan berbagai opsi penargetan yang dapat membantu kamu menjangkau audiens yang tepat. Mau menargetkan orang-orang berdasarkan minat, demografi, atau perilaku browsing mereka? Semuanya bisa kamu lakukan di GDN!

Memahami Jenis Target Iklan GDN

Salah satu fitur terbaik dari Google Display Network adalah kemampuan sistem penargetannya. Ada banyak cara untuk menargetkan iklan kamu, jadi penting untuk memahami apa saja opsi yang tersedia dan bagaimana menggunakannya.

A. Topic Targeting

Topic Targeting memungkinkan kamu menampilkan iklan pada halaman yang berkaitan dengan topik tertentu. Jadi, jika kamu menjual alat memasak, kamu bisa menargetkan iklan kamu ke halaman yang berkaitan dengan memasak atau resep.

B. Placement Targeting

Dengan Placement Targeting, kamu bisa juga memilih target situs-situs tertentu dimana kamu ingin iklan kamu muncul. Misalnya, jika kamu tahu bahwa audiensmu sering mengunjungi situs website berita tertentu, kamu bisa memilih untuk menampilkan iklan kamu di situs tersebut.

C. Interest Targeting

Interest Targeting memungkinkan kamu untuk menargetkan iklan berdasarkan minat pengguna. Google mengkategorikan pengguna internet berdasarkan minat mereka, jadi kamu bisa menampilkan iklan kepada orang-orang yang memiliki minat yang berkaitan dengan ads dengan produk atau layananmu.

demograpic targeting

D. Demographic Targeting

Demographic Targeting memungkinkan kamu untuk menargetkan iklan berdasarkan demografi, seperti usia, jenis kelamin atau gender, dan status pendidikan. Jadi, jika kamu tahu demografi audiens targetmu, kamu bisa menggunakan ini untuk memfokuskan iklan kamu.

E. Remarketing Targeting

Remarketing Targeting adalah cara untuk menargetkan iklan kepada orang-orang atau pelanggan yang sudah mengunjungi situs webmu sebelumnya. Ini adalah strategi yang bagus untuk mengingatkan mereka tentang produk atau layananmu dan mendorong mereka untuk kembali.

Jangan lupa, memahami audiens dan target market adalah kunci untuk memilih jenis dan sistem penargetan yang paling efektif untuk kampanye iklanmu.

Jenis-jenis Iklan yang Dapat Ditampilkan di GDN

Google Display Network bukan hanya tentang tempat penargetan iklan, tetapi juga tentang bagaimana iklanmu ditampilkan. Ada berbagai jenis iklan yang bisa kamu tampilkan di GDN, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

A. Iklan Teks

Ini adalah jenis iklan yang paling dasar, tetapi jangan meremehkan kekuatannya. Iklan berbentuk teks ini dapat sangat efektif jika digunakan dengan benar, dan bisa muncul di berbagai situs di jaringan Google.

B. Iklan Gambar

Iklan gambar memungkinkan kamu untuk menambahkan elemen visual ke iklanmu, yang bisa membantu menarik perhatian pelanggan dan memperkuat pesanmu.

C. Iklan Video

Iklan video bisa menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian pengguna dan menyampaikan pesan yang lebih kompleks. Ingat, video harus singkat dan menarik untuk dapat menjangkau audiens dimaksimalkan efektivitasnya.

D. Iklan Aplikasi Seluler

Jika kamu memiliki aplikasi seluler, iklan ini bisa membantu meningkatkan jumlah unduhan.

E. Iklan Rich Media

Iklan rich media adalah iklan interaktif yang bisa mencakup teks, gambar, video, dan elemen lainnya. Ini bisa membuat visual sangat menarik dan memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada pengguna website.

Cara Efektif Menggunakan GDN untuk Bisnismu

Setelah kamu mengetahui apa itu Google Display Network dan bagaimana cara kerjanya, saatnya kita membahas bagaimana cara efektif menggunakan GDN untuk bisnismu. Di sini, kita akan membahas beberapa tips dan strategi yang bisa kamu gunakan untuk lebih menjangkau danmaksimalkan hasil dari kampanye iklan GDN-mu.

A. Cara Mudah Mengoptimalkan Google Display Network

Pengoptimalan Google Display Network tidak harus rumit. Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan hasil dari iklan GDN-mu. Salah satunya adalah dengan mengatur penjadwalan iklan (ad scheduling) untuk menargetkan audiens di waktu yang paling efektif, misalnya saat jam sibuk atau saat audiens target market yang kamu paling aktif online.

B. Gunakan Managed Placements

Managed placements memungkinkan kamu untuk menargetkan situs web spesifik di mana kamu ingin iklanmu muncul. Ini bisa sangat efektif jika kamu tahu situs web mana yang sering muncul dan dikunjungi oleh calon pelanggan audiens targetmu.

C. Gunakan Budget dengan Bijak

Pengelolaan budget adalah kunci sukses dalam iklan Google Display Network. Kamu harus mengetahui berapa banyak yang harus kamu belanjakan dan bagaimana cara mendistribusikannya secara efisien. Jangan lupa untuk memantau dan menyesuaikan budget kamu secara reguler.

D. Penargetan yang Tepat untuk Tujuan Bisnis

GDN menawarkan berbagai opsi penargetan, tetapi kamu perlu memilih yang paling sesuai antara ads dengan tujuan bisnismu. Misalnya, jika tujuanmu adalah meningkatkan kesadaran merek, kamu mungkin ingin menggunakan penargetan berbasis topik atau minat calon konsumen.

E. Jangan Menerapkan Banyak Jenis Targeting Sekaligus

Meski GDN menawarkan banyak opsi penargetan, bukan berarti kamu harus menggunakan semuanya sekaligus. Terlalu banyak memilih topik banyak jenis penargetan bisa membuat kampanye kamu menjadi terlalu rumit dan sulit untuk dikelola. Mulailah dengan beberapa jenis penargetan dan lakukan penyesuaian berdasarkan hasilnya.

kelola google display ads

Pengelolaan Iklan di Google Display Network

Menggunakan GDN untuk bisnismu bukan hanya sekedar menyiapkan dan menjalankan iklan. Kamu juga perlu memantau dan mengoptimalkan kampanye kamu secara teratur. Di bagian ini, kita akan membahas beberapa langkah penting dalam mengelola iklan di GDN.

A. Selalu Awasi Iklan Kamu

Iklan yang sukses di GDN memerlukan pemantauan dan penyesuaian yang konstan. Selalu periksa kinerja iklan kamu dan buat penyesuaian jika diperlukan. Apakah iklanmu mendapatkan klik? Apakah iklanmu mencapai audiens yang tepat? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu kamu memahami apa yang berfungsi dan apa yang perlu ditingkatkan.

B. Sisihkan Budget untuk Testing

Untuk menemukan strategi yang paling efektif, penting untuk melakukan tes. Cobalah berbagai jenis iklan, penargetan, dan penempatan untuk melihat apa yang berfungsi terbaik. Ingatlah untuk selalu sisihkan sebagian dari budget kamu untuk testing.

C. Mengukur dan Menganalisis Performa Iklan

Pengukuran dan analisis adalah kunci untuk memahami seberapa baik iklan Google Display Network kamu bekerja. Gunakan alat seperti Google Analytics untuk melacak konversi dan melihat data yang relevan tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan iklan kamu. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja iklanmu, kamu dapat membuat keputusan yang lebih berinformasi tentang cara mengoptimalkan kampanye kamu.

Teruslah berupaya dan jangan pernah berhenti belajar, karena perjalanan kamu dalam menggunakan GDN untuk bisnismu masih panjang.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, kamu pasti telah mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa itu Google Display Network (GDN) dan bagaimana cara kerjanya. Kamu telah mempelajari berbagai jenis penargetan iklan yang tersedia, bagaimana memilih jenis iklan yang paling sesuai untuk tujuan kamu, dan bagaimana cara mengoptimalkan dan mengelola kampanye GDN kamu.

Ingatlah bahwa meskipun Google Display Network bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam strategi pemasaran online kamu, menggunakan platform ini dengan sukses memerlukan pemahaman, pengalaman, dan komitmen yang mendalam. Jadi, jangan ragu untuk mengambil langkah pertama dan mulai mengexplore GDN untuk bisnismu.

Namun, jika kamu merasa kesulitan atau butuh bantuan lebih, kamu tidak perlu khawatir. Di Grow&Bless Digital Marketing, kami adalah partner Google yang berpengalaman dan siap membantu kamu untuk menavigasi dunia GDN. Kami akan bekerja sama dengan kamu untuk merancang dan mengimplementasikan strategi iklan Google yang efektif dan sesuai dengan tujuan bisnismu. Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita tingkatkan bisnismu bersama!

Memahami Cara Kerja Search Engine Marketing

Bikin artikel yang bisa muncul di halaman pertama mesin pencari itu nggak pernah mudah. Tapi meskipun begitu, bukan berarti semua itu nggak bisa dilakukan. Ada strategi yang bernama search engine marketing yang siap membantu Anda.

Melalui search engine marketing, Anda bisa lebih mudah mendorong artikel hingga ke puncak hasil pencarian di Google dalam waktu yang relatif singkat. Menarik bukan?

Pada artikel kali ini, akan dibahas semua yang Anda butuhkan tentang search engine marketing. Mulai dari pengertian lengkap hingga ke cara menjalankannya, semua bisa Anda dapatkan di sini. So, tunggu apa lagi, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Memahami Cara Kerja Search Engine Marketing

Apa Itu Search Engine Marketing (SEM)

Nama search engine marketing (SEM) sudah familiar di kalangan para pemilik website. Bahkan, ada brand yang khusus mempekerjakan karyawan dengan job description menulis artikel untuk kebutuhan SEM.

Nah, sebenarnya apa sih SEM itu? kenapa hampir semua brand berlomba menggunakan strategi SEM ini?

Search engine marketing adalah salah satu strategi marketing yang digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencarian (Google). Jadi, artikel website yang Anda buat akan lebih mudah ditemukan oleh audiens ketika mereka menulis keywords di Google.

SEM ini bekerja dengan memanfaatkan iklan berbayar atau pay per click (PPC). Pay per click digunakan untuk mengiklankan sebuah situs dalam mesin pencarian agar tampil di halaman teratas. Pay per click ini bisa dibilang menjadi bagian dari strategi SEM. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa pay per click juga bisa digunakan untuk strategi marketing yang lain.

Oleh karena itu, SEM sangat bergantung pada fitur iklan seperti Google Ads, Bing Ads, dan sejenisnya.

Ketika Anda berniat menggunakan strategi SEM untuk optimasi website, Anda perlu menyiapkan budget tertentu untuk kebutuhan iklan tersebut. Besar kecilnya budget yang dikeluarkan akan berpengaruh pada waktu tayang iklan.

Jika digunakan dengan tepat, metode SEM sangat efektif untuk mendukung strategi digital marketing. Baik itu meningkatkan penjualan, memperkuat brand awareness, dan sebagainya.

Pilar Penting Search Engine Marketing

Menjalankan strategi search engine marketing perlu beberapa perhitungan yang teliti. Pasalnya, ketika Anda salah strategi, budget iklan yang Anda bayarkan bisa menjadi sia-sia.

Agar hal ini tidak terjadi pada website Anda, penting untuk mengetahui beberapa pilar atau komponen dalam search engine marketing.

1. Target Audiens

Setiap strategi digital marketing itu harus dijalankan sesuai dengan porsinya. Setiap konten yang dibuat harus disesuaikan dengan target audiens yang ingin dicapai.

Ketika hendak menentukan target audiens, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

a. Lokasi

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menentukan target audiens adalah memfokuskan lokasi audiens. Anda perlu membuat gambaran, kira-kira lokasi mana yang berpotensi mendatangkan banyak profit bagi bisnis Anda. Lokasi ini akan menentukan besar kecilnya penjualan produk atau jasa dari brand Anda.

Misalnya, bisnis Anda bergerak di bidang retail. Anda punya produk berupa jam tangan wanita yang elegan. Jadi, Anda membutuhkan target audiens yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

Untuk itu, Anda bisa memilih lokasi domisili audiens yang memiliki habit pekerja kantoran dan mahasiswa. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dalam menentukan lokasi, sebaiknya Anda melakukan survey terlebih dahulu.

b. Perilaku

Ketika menentukan target audiens, Anda juga bisa melakukan apa yang disebut dengan remarketing.

Remarketing adalah strategi khusus yang bertujuan untuk memanggil audiens lama yang pernah mengunjungi website Anda. Dalam remarketing, perilaku audiens menjadi tolak ukur utama.

Jadi, yang menjadi target marketingnya adalah mereka yang memang sudah familiar dengan website Anda.

Contoh simpelnya adalah, ketika Anda membuka suatu web tertentu baik secara sengaja tau tidak, kemudian menutupnya kembali. Saat Anda membuka Google, website itu akan muncul di kolom paling atas. Hal ini disebabkan karena sistem telah merekam jejak Anda.

c. Usia dan jenis kelamin

Salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda menentukan target audiens adalah menyeleksi usia dan jenis kelamin mereka. Tentukan siapa saja yang menjadi fokus marketing Anda.

Misalnya jika Anda menjual perlengkapan sekolah, maka settingan usia yang harus dibuat -adalah usia-usia pelajar.

Semakin jelas setting usai dan jenis kelamin target marketing, maka semakin mudah pula konten yang Anda buat ditemukan oleh mereka.

d. Device

Sekarang ini banyak orang melakukan pembelian produk atau jasa melalui berbagai jenis gadget. Oleh karena itu, Anda juga bisa menentukan target audiens berdasarkan atas device yang mereka gunakan.

Misalnya, website Anda digunakan untuk menjual baju dan sepatu. Agar bisa mendapatkan audiens yang sesuai, Anda bisa setting device dengan lengkap. Seperti device pengguna Android, Apple, Windows dan sebagainya.

2. Keywords

Keyword adalah nyawa dari search engine marketing (SEM). Jika salah menentukan keyword, maka akan berpengaruh pada performa website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu hati-hati dalam memilih keyword yang relevan.

Ada beberapa jenis keyword yang wajib Anda tahu. Semua memiliki tupoksinya masing-masing yang akan berguna bagi bisnis Anda. Berikut ulasan dari macam-macam keyword dalam SEM .

a. Negative keyword

Jenis keywords pertama adalah negative keyword. Negative keyword adalah keyword yang tidak relevan dengan bisnis Anda. Jadi jenis keyword ini harus Anda hindari.

Misalnya, Anda menjual produk berupa handphone baru. Maka negative keyword yang harus dihindari adalah “handphone bekas‘ dan “service handphone“.

b. Broad match keyword

Broad match keyword adalah penyebutan untuk jenis keyword yang paling umum. Keyword ini akan sangat efektif untuk menjaring audiens dari berbagai latar belakang dengan traffic yang tinggi. Semua audiens yang mengetikkan kata kunci umum tersebut, otomatis akan menemukan website Anda.

Broad match keyword juga sering disebut dengan keyword default Google Ads. Ketika Anda memilih satu broad match keyword, maka konten Anda akan muncul di halaman Google dengan konten yang beragam.

Contoh dari keyword jenis ini adalah kata handphone. Ketika kata handphone yang dipilih, konten Anda tidak hanya akan muncul ketika kata handphone dituliskan. Tapi lebih jauh dari itu, konten Anda juga akan tayan di halaman hasil pencarian dari kata kunci lain, misalnya “Smartphone’, “Samsung”, “Iphone”. dan sejenisnya.

Tapi, minus dari keyword ini adalah indikasi tayangnya konten di halaman yang tidak relevan.

c. Phrase match keyword

Pharase match keyword merupakan bentuk yang lebih spesifik dari broad match keyword. Keyword ini memungkinkan Anda memperoleh audiens dengan spesifikasi dan traffic yang sedang.

Meskipun begitu, Anda tetap bisa mengatur siapa saja audiens yang akan ditargetkan.

Sebagai contoh, jika pada board match keyword Anda menggunakan kata kunci “handphone’, pada phrase match keyword Anda bisa menggunakan kata kunci “handphone murah“.

d. Exact match keyword

Kata kunci search engine marketing terakhir adalah exact match keyword. Kata kunci ini merupakan kombinasi dari board dan phrase. Exact match keyword adalah kata kunci yang sangat spesifik dan fokus.

Ketika Anda menggunakan kata kunci jenis ini, traffic yang dihasilkan terbilang rendah. Namun, orang-orang yang mencari produk atau jasa dengan kata kunci ini sangat spesifik. Jadi mereka benar-benar berminat atas topik yang mereka cari.

Contoh exact match keyword adalah “handphone merek Samsung“.

3. Budget Iklan

Pilar ketiga dalam SEM adalah besar kecilnya budget iklan yang dibayarkan. Ketika Anda sudah menentukan keyword yang tepat dan didukung dengan setting target audiens yang sesuai, maka kini tinggal iklan yang bekerja.

Ketika iklan dimatikan, maka traffic konten akan mengalami penurunan. Jadi, jika Anda ingin konten Anda terus tayang di halaman pertama mesin pencari, Anda harus terus mengeluarkan budget untuk iklan.

Besar kecilnya budget iklan akan sangat menentukan seberapa lama konten akan tayang dan seberapa cepat ia dapat mendatangkan traffic bagi website. Jadi, penting untuk melakukan penyesuaian terhadap budget iklan yang akan digunakan untuk menjalankan SEM.

Selain itu, perhatikan pula kebutuhan yang lain. Kebutuhan marketing itu nggak cuma soal belanja iklan. Anda harus mengoptimalkan berbagai channel yang lain agar tujuan marketing yang dapat tercapai.

Manfaat Search Engine Marketing Bagi Bisnis

Setelah mengetahui apa saja pilar penting dari search engine marketing (SEM), kini saatnya membahas tentang apa saja manfaat SEM untuk bisnis.

Manfaat Search Engine Marketing Bagi Bisnis

Berikut manfaat dari search engine marketing yang bisa Anda dapatkan jika digunakan dengan tepat dan akurat.

1. Bebas menentukan target audiens

Sistem kerja search engine marketing yang memanfaatkan iklan Google memberikan kemudahan bagi Anda untuk menentukan siapa target audiens Anda.

Anda bisa memilih secara detail siapa saja yang akan menerima iklan website Anda. Mulai dari segi demografi, pekerjaan, dan berbagai latar belakang lain. Jadi, pelanggan yang datang benar-benar spesifik dan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

2. Efektif menjangkau traffic website

Target utama dari semua website adalah “traffic”. Ketika traffic sebuah website tinggi, itu menunjukan bahwa website Anda terindeks dengan baik oleh Google. Selain itu, ranking website juga akan meningkat.

Nah, untuk bisa mendatangkan traffic, Anda tidak bisa hanya mengandalkan search engine optimization (SEO) saja. Anda perlu langkah yang lebih efektif dan cepat. Di sinilah letak SEM bekerja. SEM akan mengumpulkan traffic jauh lebih cepat dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan begitu, website bisnis Anda akan lebih mudah menduduki peringkat pertama di mesin pencarian.

3. Meningkatkan Visibilitas dan Penjualan Produk

Tujuan dari search engine marketing adalah berpusat pada meningkatkan visibilitas sebuah website. Jika website bisnis Anda memiliki visibilitas yang tinggi, otomatis peluang pelanggan melihat website Anda akan semakin besar.

Dengan kata lain, website Anda akan populer.

kalau sudah begitu, Anda tinggal menyiapkan barang yang berkualitas untuk bisa meningkatkan penjualan. Semakin populer sebuah website bisnis, maka semakin tinggi pula peluang untuk melipatgandakan penjualan.

4. Mudah diukur dan dievaluasi

Seperti channel digital marketing lain, SEM juga perlu diukur. Semua itu demi kelancaran proses bisnis kedepannya. Untungnya, search engine marketing sudah dibekali dengan fitur yang memudahkan Anda melakukan pengukuran itu.

Jadi, Anda bisa melakukan trial error terhadap sebuah strategi. Jika berhasil, bisa langsung dijalankan, namun jika gagal pun bisa langsung diganti dengan cepat.

Biasanya, pebisnis menggunakan SEM untuk melakukan research keyword sebelum akhirnya digunakan untuk strategi yang lain.

Cara Kerja Search Engine Marketing

Cara kerja dari search engine marketing sebenarnya cukup mudah. Anda sebagai pemilik website akan membayar sejumlah uang untuk mengiklankan artikel di website Anda. Melalui iklan berbayar ini, Google akan mengolah dan menampilkan hasil pencarian semua orang dengan keyword yang relevan dengan konten Anda.

Jadi bisa dibilang, SEM itu bergantung pada dua aspek yaitu Iklan dan keyword. Iklan yang akan terus mendorong konten agar menempati peringkat pertama di mesin pencari, sedangkan keyword yang akan mendukung algoritma mesin pencari tersebut.

Semakin tepat keyword yang dipilih, maka semakin besar kemungkinan SEM Anda berhasil dijalankan.

Contoh Search Engine Marketing

Search engine marketing memiliki berbagai format yaitu, text, dan PLAs (Product Listing Ads/Shopping ads) berbentuk produk, harga, review dan rating yang bersifat visual.

Jika Anda menemukan sebuah konten dengan logo-logo tersebut, berarti itu merupakan contoh search engine marketing.

Sem dengan format teks biasanya menggunakan Google Adwords, Bing, dan Yahoo Gemini. Biasanya, konten SEM muncul di paling atas ketika orang mengetikkan kata kunci tertentu. Ketika mereka memilih (klik) konten tersebut, maka Anda harus membayar sejumlah uang.

Praktik inilah yang disebut dengan “pay per click”.

Di bawah ini merupakan contoh search engine marketing (SEM)

Contoh Search Engine Marketing

SEM VS SEO

Jika ditanya tentang apa perbedaan antara Search engine marketing dan search engine optimization, tentu yang paling terlihat adalah dari segi biaya.

Dalam menjalankan fungsi optimasinya, SEM memanfaatkan iklan. Jadi, tentu saja Anda harus membayar sejumlah uang. Sedangkan SEO bekerja dengan mengandalkan pencarian organic. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menjalankannya.

Perbedaan kedua terletak pada waktu optimasi yang dibutuhkan. Search engine marketing terbilang lebih efektif jika digunakan untuk bisnis yang memerlukan datangnya traffic dengan cepat. SEM bisa mengantarkan bisnis Anda kepada puncak klasemen Google dalam waktu singkat.

Sedangkan search engine optimization bekerja relatif lambat. Jika Anda sudah memikirkan masa depan bisnis, maka SEO sangat cocok untuk diaplikasikan. SEO bisa menjadi investasi yang menjanjikan di masa depan. Website Anda akan tetap populer selagi konten belum dihapus.

Untuk melihat perbedaannya, lihat gambar berikut:

SEM VS SEO

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa IKEA menggunakan dua strategi secara bersamaan. SEM biasanya muncul di pencarian teratas. Ciri khas SEM adalah terdapat tulisan “iklan” atau “Ad”. Sedangkan artikel SEO muncul di bawahnya.

Baik SEO maupun SEM bisa Anda gunakan semuanya atau salah satunya. Asalkan, sebelum menentukan strategi, pastikan dulu strategi tersebut memang dibutuhkan oleh bisnis Anda.

SEO pun bisa menjadi investasi yang sangat besar untuk website Anda di masa depan. Oleh karena itu, kini banyak perusahaan yang juga berfokus pada SEO. Jika tertarik untuk mencoba SEO, Anda bisa menghubungi agensi seperti Grow and Bless. Kita akan membantu Anda dalam memaksimalkan penggunaan SEO.

Tidak hanya di situ, Grow and Bless juga bisa membantu Anda untuk memaksimalkan channel digital marketing lain, seperti Google Ads, dan social media management. Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Tips Memulai SEM Sebagai Strategi Digital Marketing

Memulai untuk menggunakan search engine marketing sebagai salah satu strategi digital marketing memang sebuah langkah yang tepat. Meskipun begitu. Anda tetap harus ekstra hati-hati. Apa lagi SEM sangat erat kaitannya dengan budgeting. Kalau salah langkah, bisa jadi boomerang untuk bisnis sendiri.

Nah, untuk mengurangi resiko gagalnya strategi SEM, Anda bisa menyimak beberapa tips ini.

1. Riset Pencarian Produk di Mesin Pencari

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum menjalankan SEM adalah mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang trend pencarian audiens. Lakukan riset mendalam tentang keyword yang sering digunakan oleh audiens.

Jika Anda menjalankan SEM menggunakan platform Google Ads, Anda dapat melakukan riset dengan menggunakan Google Keyword Planner dan Google Trend.

2. Tentukan Target Key Index Performance (KPI)

Key index performance atau KPI adalah sebuah matrix untuk mengukur keberhasilan sebuah campaign yang telah dibuat. Isinya bisa beragam tergantung kebutuhan bisnis. Namun, Anda bisa memulainya dari yang paling sederhana. Misalnya, membuat tabel tentang target reach, click, dan impression.

Menentukan KPI sebelum menjalankan SEM sangat penting untuk mengetahui seberapa efektif strategi SEM yang telah dijalankan.

3. Mengatur Budget Iklan

Hal penting sebelum menjalankan SEM adalah management budget yang digunakan. Atur budget iklan secara berkala. Jangan langsung menggunakan semua budget untuk sekali iklan.

Anda perlu mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan jika SEM tidak berhasil dijalankan. Jadi, penting untuk selalu memiliki backup plan dalam hal budgeting ini.

Jika Anda masih baru di dunia Google Ads, maka cobalah dari budget yang paling rendah terlebih dahulu. Jika Anda dapat mengontrol budget tersebut, maka Anda bisa menambahkan budget secara bertahap.

4. Buat Sistem Tracking yang Efektif

Ketika bicara tentang platform digital, berarti berbicara juga dengan kemudahan tracking atau pelacakan. Hal ini berlaku pula pada SEM. Dengan tracking secara berkala dan efektif, Anda bisa mencari tau letak kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui konten mana saja yang berhasil.

Untuk melakukan tracking ini, Anda bisa memanfaatkan Google Analytics. Install Google Analytics di website Anda, dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk mengakses data untuk kebutuhan analisis.

Baca Juga: SEO VS SEM: Definisi dan Perbedaan Keduanya

Key Takeaways

  • Search engine marketing merupakan salah satu strategi optimasi website untuk meningkatkan visisbilitasnya. Dalam praktiknya, search engine marketing (SEM) bekerja dengan bantuan iklan. Iklan ini yang nantinya akan membantu konten artikel mudah ditemukan oleh audience dan muncul di halaman pertama mesin pencari.
  • Meskipun terdengar sama, SEM dan SEO punya peran yang berbeda. SEM bekerja lebih cepat untuk menjaring traffic lebih luas. Sedangkan SEO fokus pada pencarian organik dan membutuhkan waktu jauh lebih lama. Namun, SEO tatap efektif untuk investasi website jangka panjang.
  • Cara kerja search engine marketing sangat bergantung pada iklan. Jika iklan dimatikan, maka performa website akan menurun. Namun, jika Anda terus membayar iklan, artikel Anda akan muncul lebih lama.
  • Strategi SEM sangat menguntungkan jika digunakan untuk website bisnis. Dengan traffic tinggi yang dihasilkan, bisnis Anda akan cepat dikenal oleh calon pelanggan. Jika sudah begitu, tidak hanya penjualan saja yang akan meningkat, namun juga brand awareness juga akan lebih kuat.