Grow & Bless

Mengetahui Penyebab Website Lambat dan Dampaknya

Beberapa dari Anda mungkin ada yang memiliki website lambat dan sulit diakses. Namun karena website tersebut tidak pernah Anda rawat atau bahkan dicek sekalipun, maka masalah ini tidak diketahui. Padahal website yang lambat akan sangat memengaruhi performa situs dan secara tidak langsung memengaruhi penjualan dalam bisnis.

Sebagai seorang pengunjung atau pengguna internet, pastinya Anda juga pernah mengunjungi situs-situs yang memakan waktu hingga hitungan menit sampai seluruh kontennya dimuat. Padahal pada saat itu, Anda sedang menggunakan internet dengan kecepatan stabil.

website lambat

Biasanya hal seperti ini ditemui pada website pemerintahan atau instansi tertentu yang tidak serius dalam melakukan go digital. Dan yang pasti, Anda akan merasa kesal setiap kali harus membuka website tersebut.

Nah, agar rasa kesal yang sama tidak dialami oleh para pelanggan bisnis Anda, mari kita pelajari apa sih yang menyebabkan website lambat dan seberapa pentingnya kecepatan loading situs untuk sebuah bisnis.

Penyebab Website Lambat

Dikutip dari situs Euro VPS, setidaknya ada 10 alasan mengapa sebuah website bisa menjadi lambat, khususnya pada website bisnis dan toko online. Salah satu asalan utamanya adalah karena terlalu banyak konten yang ukurannya tidak dioptimasi.

Konten yang dimaksudkan di sini adalah foto, video, dan animasi yang kadang ukurannya bisa lebih dari 1 mb. Untuk sebuah komputer, tentunya ukuran 1 mb dianggap sebagai file kecil.

Namun untuk sebuah website, yang kadang kapasitas hostingnya tidak lebih dari 1 gb, tentunya ukuran file 1 mb akan berpengaruh besar pada kecepatan memuat situs tersebut. Belum lagi situs bisnis dan toko online akan menggunakan banyak konten gambar untuk menunjukan produk yang Anda jual.

Dan bicara tentang hosting, tentunya kapasitas dan kualitas hosting memegang peran besar dalam membuat website menjadi cepat loading. Oleh karena itu memiliki hosting website bisnis juga sangatlah penting.

Selain kedua alasan tadi, masih ada banyak lagi penyebab loading website lama yang lain. Seperti:

1. Penggunaan Javascript dan jQuery yang Kurang Tepat

Dalam membuat website yang responsif dan memiliki banyak fitur, Javascript dan jQuery memang sangat dibutuhkan. Sebab kedua bahasa ini bisa membuat fitur dalam website Anda terlihat menjadi lebih dinamis.

Namun penggunaan Javascript yang kurang tepat justru bisa membuat waktu loading website yang menjadi lambat. Karena dibandingkan CSS, Javascript memang memiliki waktu loading yang cukup panjang.

Oleh karena itu penggunaan jQuery dan Javascript hanya boleh digunakan secukupnya. Website yang punya banyak fitur sekalipun tidak akan dikunjungi oleh pelanggan bila fitur tersebut tidak bisa digunakan karena waktu tunggu yang terlalu lama.

2. Tidak Memanfaatkan Fitur Cache

Cache merupakan sebuah metode dimana pengunjung akan mengunduh sebagian konten dalam website di dalam penyimpanan internal mereka. Dengan begitu, mereka tidak perlu menunggu lama di kunjungan berikutnya karena sudah website akan langsung memuat konten yang sudah diunduh di internal.

Namun, fitur ini masih sangat jarang dimanfaatkan oleh para pemilik website toko online dan UMKM. Selain karena cara menggunakannya yang cukup rumit, kadang orang juga salah paham mengenai file cache yang diartikan sebagai pembuat lemot perangkat yang digunakan.

Padahal jika dipelajari dan digunakan dengan baik, cache bisa sangat membantu mempercepat waktu loading situs Anda.

4. Terlalu Banyak Iklan

Beberapa dari Anda mungkin masih ada yang menggunakan iklan seperti Google Adsense atau penyedia iklan lainnya yang ditampilkan di dalam blog. Rencananya, hal ini dilakukan agar website bisa memberikan penghasilan sampingan meskipun tidak ada yang melakukan order dari website.

Padahal iklan di sebuah blog atau website bisa membuat waktu loading menjadi lebih lambat. Apalagi jika Anda menggunakan iklan pop up yang bukan hanya membuat lambat tapi juga membuat kesal para pengunjung.

Perlu diingat, tujuan utama Anda membuat website bisnis dan toko online adalah sebagai media promosi agar calon pembeli bisa melakukan order langsung dari situs tersebut. Jadi sebaiknya Anda tidak perlu memasang Google Adsense atau layanan iklan lainnya demi menghindari website lambat.

5. Terlalu Banyak HTTP Request yang Dilakukan Secara Bersamaan

HTTP Request dilakukan untuk memuat seluruh konten baik yang berupa CSS, JavaScript, maupun gambar dalam sebuah website.

Ketika dilakukan secara bersamaan, HTTP Request yang terlalu banyak bisa membuat website menjadi sangat lambat bahkan tidak merespon sama sekali. Tidak jarang ada website yang tidak bisa dibuka dengan alasan excessive HTTP Request.

6. Tidak Mengoptimasi Ukuran File Gambar dan Konten Lainnya

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ukuran file baik gambar, video, audio maupun animasi yang akan ditampilkan di dalam website akan sangat mempengaruhi kecepatan loading-nya.

Ukuran yang paling optimal untuk file gambar adalah di bawah 1 mb dan di bawah 25 mb untuk jenis file lainnya. Bila lebih dari itu, file tersebut akan memakan terlalu banyak ruang di dalam hosting yang menyebabkan waktu memuat website jadi semakin panjang.

Sebab hosting masih harus memuat konten JavaScript, CSS dan bahasa lainnya yang mana juga membutuhkan waktu cukup lama.

7. Penulisan Kode yang Kurang Rapih

Dalam membuat website dari awal, penulisan tiap baris kode yang rapih akan sangat menentukan seberapa cepat website tersebut memuat. Dalam kebanyakan kasus, memberikan terlalu banyak note, kolom kosong, hingga inline styling sering kali membuat file kode website tersebut menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, usahakan untuk membuat kode serapih mungkin dengan tidak meninggalkan baris kosong yang terlalu banyak maupun membuat note yang tidak perlu.

website lambat

Apa Dampak Website Lambat untuk Performa Bisnis?

Sebenarnya, apa sih gunanya punya website yang cepat untuk bisnis? Apakah website lambat sebegitu buruknya hingga bisa mempengaruhi penjualan?

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, loading website lambat akan sangat mempengaruhi performa situs Anda baik dari segi SEO maupun penjualan. Nah untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa contoh dampak yang bisa Anda rasakan bila tidak segera memperbaiki situs yang lambat.

Sulit Bersaing di Mesin Pencarian

Sebagai sebuah algoritma yang ingin membuat seluruh penggunanya merasa nyaman, tentunya Google akan lebih menganakemaskan situs-situs yang memiliki waktu loading singkat dibandingkan yang lambat.

Karena sudah pasti, para pengguna internet pun akan lebih memilih mengunjungi situs yang bisa memuat dengan singkat dengan informasi yang kurang lengkap dibandingkan yang informasinya lengkap namun butuh waktu hingga 5 menit hingga bisa dimuat seluruh kontennya.

Tidak Akan Banyak Dikunjungi Calon Pelanggan

Kalaupun website Anda berhasil menduduki halaman 1 pencarian Google, masih ada 1 lagi dampak yang bisa Anda rasakan, yaitu tidak ada banyak pengunjung yang rela menunggu hingga seluruh web termuat. Kebanyakan dari Anda pasti juga ada yang sering langsung menutup web bila tidak memunculkan konten apapun dalam 30 detik.

Itulah mengapa, web yang lambat biasanya tidak punya banyak pengunjung. Dan tidak ada banyak pengunjung artinya juga tidak ada banyak orang yang mengetahui maupun membeli produk Anda.

Seperti itulah penyebab website lambat serta apa dampaknya kepada usaha Anda. Ada banyak cara pula untuk memperbaiki website yang lambat. Salah satunya adalah dengan menghilangkan seluruh faktor-faktor yang sudah dituliskan di atas. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengoptimasi website Anda, jangan ragu untuk menghubungi jasa website dari Grow&Bless Digital Marketing.

Apa Itu Page Experience? Kenapa Menjadi Indikator dari Google

Siapa yang tak mengetahui mesin pencari terbesar di dunia saat ini bernama Google, banyak dari masyarakat dunia menggunakan Google sebagai mesin pencari utama ketika ingin berselancar di internet. Banyak hal yang bisa ditemukan di internet hanya melalui mesin pencari Google ini, termasuk hal-hal yang memang sangat kita butuhkan.

Mulai dari mencari produk, mencari lagu, mencari video, mencari apapun itu semuanya ada dan terangkum dengan rapi pada mesin pencari Google. Sejarah Google sendiri hingga menjadi mesin pencari terbesar saat ini cukup panjang, yang mula hanya memiliki kantor di dalam garasi mobil saja, saat ini Google berubah drastis hingga memiliki kantor mewah di beberapa Negara.

Kesuksesannya tersebut ternyata tak luput dari kerja keras pantang menyerah pendiri Google, yaitu Larry Page dan juga Sergey Brin. Dua anak muda yang masih berstatus mahasiswa ini berhasil membuat Google pada tahun 1995 silam. Perjalanan yang cukup panjang dan banyak rintangan hingga bisa menjadi sebuah mesin pencari terbesar di dunia saat ini.

Kini, banyak yang memanfaatkan Google sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis bagi usaha yang sedang mereka lakukan. Google memang kini sangat berpotensi untuk memasarkan usaha, produk, dan juga jasa seseorang meluas. Karena memang ketika menggunakan Google sebagai tempat promosi, maka jangkauan yang didapat pun akan sangat luas dan global.

Website Page Experience

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan usaha, produk, dan jasanya melalui Google. Bisa melalui iklan berbayar yang disediakan Google dan diberi nama Google Ads, ada juga yang mempromosikan usahanya tersebut dengan membuat sebuah website sebagai media promosinya.

Namun, untuk memasarkan produk melalui website, pelaku usaha perlu melakukan beberapa hal terlebih dahulu agar website yang dimilikinya. Mulai dari sisi tampilan agar User Interface dan User Experience didapat, lalu sisi SEO (search Engine Optimization) agar dapat bersaing, dan juga sisi keamanan website.

Apabila Anda ingin membuat website berkualitas dan juga aman, maka Anda bisa memilih jasa pembuatan website yang profesional dan juga berkualitas tentunya. Anda juga perlu sebuah jasa SEO untuk memperkuat posisi website usaha Anda dalam urusan ranking di halaman Google.

Semua hal tersebut perlu Anda lakukan karena memang Google sendiri lebih menyukai sebuah website yang aman, responsive, user friendly. SEO sendiri adalah penunjang yang wajib digunakan pada website usaha Anda karena memang SEO dapat membantu usaha Anda semakin dikenal oleh banyak orang.

SEO adalah sebuah teknik ataupun cara yang dilakukan secara sistematis untuk memposisikan website Anda berada di halaman utama Google atau SERP (Search Engine Result Page). Dengan menggunakan teknik SEO untuk optimasi website yang Anda miliki, maka trafik yang besar pun akan datang menuju website Anda.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak sekali faktor pendukung yang dilihat oleh Google untuk memposisikan sebuah website untuk tampil di hasil pencarian. Dari banyaknya faktor di atas, ada salah satu faktor yang juga masuk dalam pertimbangan Google. Dan hal tersebut adalah Page Experience.

Google Page Experience adalah sebuah algoritma baru yang baru saja diumumkan oleh Google untuk membantu para pelaku usaha yang memiliki website untuk me-ranking di halaman pencarian. Kabarnya, algoritma baru ini akan hadir dan berlaku pada Mei 2021 ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu Page Experience, Anda bisa menyimak informasinya berikut ini.

Apa Itu Page Experience?

Page experience adalah salah satu cara Google untuk mengukur sekaligus mengetahui pengalaman pengguna saat mengunjungi sebuah website. Apabila semua aspek page experience ini dapat dimaksimalkan, maka pengguna website Anda pun akan memiliki pengalaman yang baik pada Website Anda. User akan berselancar dengan nyaman melalui berbagai perangkat yang user gunakan.

Apabila dimanfaatkan dengan benar, maka tentu saja dapat meningkatkan kesuksesan bisnis Anda untuk jangka panjang. Dikutip melalui laman resmi Google, page experience yang baik adalah ketika sebuah website mampu menghadirkan kemudahan bagi pengunjungnya untuk menemukan apa yang dicari dan juga menyelesaikan tujuannya tersebut.

Sementara untuk page experience yang buruk adalah website yang menyulitkan pengunjung untuk menemukan sebuah informasi yang dibutuhkannya. Bisa dikatakan seperti loading website yang lambat, dan juga lainnya.

Setidaknya ada beberapa faktor yang wajib ditingkatkan serta dipertimbangkan untuk mendapatkan page experience yang disukai Google dan dapat meningkatkan ranking web menjadi lebih tinggi pada SERP.

faktor yang mempengaruhi page experience

Faktor yang Mempengaruhi Page Experience

Dikutip melalui situs resmi SEMrush, ada beberapa faktor page experience yang sudah banyak digunakan sejak lama, dan ada juga beberapa faktor yang juga merupakan hal baru. Dan lima faktor page experience tersebut adalah :

  • Core Web Vitals : ini adalah faktor baru yang memiliki tiga komponen di bawahnya, yaitu largest contentful paint (LCP). LCP ini berguna untuk mengukur loading performance. Kedua ada first input delay (FID) yang dapat mengukur interaktivitas. Dan terakhir ada cumulative layout shift (CLP) yang dapat mengukur stabilitas visual.
  • Mobile-friendly
  • Safe browsing
  • HTTPS (SSL)
  • Mobile popup algorithm atau no intrusive interstitials.

Faktor-faktor di atas bisa saja sewaktu-waktu mengalami perubahan dan update untuk setiap tahunnya.

Kenapa Page Experience Penting?

Memahami algoritma baru yang akan diperbarui seperti Google Page Experience ini memang sangat penting. Terutama untuk Anda yang mengelola sebuah website, Anda perlu siap untuk menghadapi perubahan seperti ini. Karena apabila Anda tidak siap, maka situ yang Anda miliki tidak akan tampil lagi dalam hasil pencarian Google.

Jika hal tersebut terjadi, tentu saja Anda akan kesulitan untuk mendatangkan traffic website, terlebih untuk mengembangkan sebuah brand dan juga penjualan. Namun, page experience pengguna pada sebuah laman website Anda bukanlah satu-satunya faktor penentu. Memiliki konten yang bagus dan menarik juga bisa menjadi aspek penting dari sebuah website yang disukai oleh pengguna.

Apabila sebuah situs memiliki page experience yang baik dan dipadukan dengan konten yang berkualitas serta relevan, maka akan menjadi lebih mudah lagi website Anda memiliki peringkat yang kuat di Google.

Walaupun brand usaha atau produk Anda masih belum terkenal, namun setidaknya Anda masih memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan banyak traffic dengan menggunakan algoritma ini. Jadi, tentu saja algoritma baru dari Google ini perlu dan wajib Anda ketahui dan lakukan. Terlebih bagi Anda yang memiliki sebuah bisnis yang memanfaatkan digital marketing.

brosing website dengan laptop

Cara Meningkatkan Page Experience

Berikut ini beberapa cara yang dapat  Anda lakukan untuk meningkatkan page experience :

1. Optimasi Kecepatan Loading Website

Semakin cepat loading website Anda, maka tentu saja pengalaman pengguna juga akan semakin baik. Idealnya, sebuah laman website apabila dibuka melalui komputer atau smartphone loadingnya di bawah tiga detik.

2. Bandingkan Dengan Kompetitor

Membandingkan website Anda dengan kompetitor adalah hal yang cukup penting. Walaupun Anda lebih memiliki page experience yang lebih baik, namun penting juga untuk membandingkan website Anda dengan competitor.

3. Analisis Desain

Analisis desain ini bukan hanya memperhatikan bagus tidaknya tampilan website Anda, tetapi juga memahami isu dan masalah yang dirasakan pengguna akibat desain tersebut. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperhatikan heatmap.

Heatmap sendiri menunjukkan aktivitas pengguna pada sebuah laman website, dengan begitu kesulitan yang dirasakan oleh pengguna dapat diketahui berdasarkan klik dan scroll yang pengguna lakukan.

Dan itu dia sekilas tentang apa itu page experience serta penting page experience dalam sebuah website. Sekian dan semoga bermanfaat.