Grow and Bless Digital Marketing
Agustus 19, 2021
/

Strategi Tepat Membangun Branding untuk Memajukan Bisnis

Oleh: 
Ardian Susanto

Istilah branding mungkin sudah sering Anda dengar di dunia bisnis atau usaha. Branding dianggap sebagai sesuatu yang penting sehingga dapat memajukan sebuah bisnis atau usaha.

Merek-merek seperti Indomie, Google, McDonalds, BMW, Toyota semua bisa terkenal dan sangat dekat dengan kehidupan manusia salah satunya disebabkan karena branding.

Branding

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan seputar branding mulai dari definisinya, unsur-unsurnya, hingga strateginya. Mari simak pada konten berikut ini.

Apa Itu Branding?

Jika Anda menggunakan google translate untuk mencari tau tentang hal ini, maka jawabannya adalah 'merek'. Branding dan merek adalah dua hal yang saling berhubungan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Arti dari merek sendiri yaitu sebuah nama, tanda, atau simbol yang dimiliki pengusaha atau badan usaha sebagai pengenal dan tidak bisa disamakan oleh orang lain. Menurut (Kotler,2009) merek diartikan sebagai simbol, tanda, rancangan ataupun sebuah kombinasi dari tiga hal tersebut yang ditujukan sebagai identitas dari beberapa penjual untuk kemudian dijadikan sebagai pembeda dengan pesaing yang ada di pasaran.

Sedangkan menurut Landa (2006), pengertian branding adalah bukanlah sekedar merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa atau perusahaan, tetapi juga logo, ciri visual, kredibilitas, karakter, kesan, citra, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.

Branding itu asalnya dari kata brand yang artinya merek. Istilah ini dapat diartikan sebagai pencitraan agar sebuah merek bisa melekat di benak konsumen. Sebagai contoh merek 'Indomie' yang melekat di benak dan lidah masyarakat Indonesia sebagai mi instan terbaik bisa tercapai karena branding.

Biasanya perusahaan-perusahaan yang masih baru dan belum terkenal melakukan branding supaya produk yang dijual bisa terkenal. Kalau sudah terkenal, diharapkan banyak yang order produk tersebut.

Fungsi Branding

Dalam bisnis, branding memiliki beberapa fungsi yaitu :

1. Sebagai Pembeda

Branding salah satu fungsinya adalah untuk membedakan antara satu merek dengan merek lainnya. Setiap brand pasti memiliki ciri khasnya masing-masing.

Sesuatu yang berbeda inilah membuat merek bisa diingat oleh konsumen. Tanpa branding, mungkin perusahaan dianggap tidak ada.

2. Untuk Promosi

Fungsi branding kedua adalah untuk melakukan promosi. Brand bisa menjadi sesuatu yang ditonjolkan supaya promosi bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, brand bisa menjadi sesuatu yang menarik sehingga calon konsumen menjadi tertarik atas promosi yang dilakukan.

3. Membangun Citra

Branding juga dapat membangun citra perusahaan sehingga lebih dikenal dan mudah diingat konsumen. Tentu saja citra yang dimaksud adalah citra yang baik bukan citra yang buruk.

4. Meningkatkan Harga Jual

Membangun brand hingga sukses bisa membuat Anda meningkatkan harga jual produk tanpa harus khawatir kehilangan banyak pelanggan. Kalau brand sudah terkenal, biasanya konsumen akan lekat dengan brand tersebut.

Kenaikan harga bukan menjadi masalah selama kualitas tetap terjaga dan perusahaan tetap memberikan pelayanan secara maksimal. Dengan begitu, menaikan harga di saat brand terkenal bukanlah kesalahan fatal.

Dengan adanya peningkatan harga jual, maka keuntungan yang didapatkan pun juga semakin besar.

Branding

Unsur Branding

Ada beberapa unsur yang harus ada ketika Anda menerapkan Branding. Apa sajakah itu?

1. Merek

Merek adalah unsur terpenting dan harus Ada. Pasalnya, merek menjadi penanda dan sesuatu hal yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis milik orang lain.

Merek juga membuat bisnis atau usaha mudah dikenal oleh masyarakat luas. Sudahkah Anda menentukan nama merek untuk bisnis? Jika belum, tentukan dari sekarang.

2. Logo

Arti logo dalam bisnis merupakan suatu tanda, lambang, atau simbol yang mempunyai arti tertentu dan digunakan sebagai identitas untuk perusahaan. Sama seperti merek, logo itu biasanya berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya.

Selain itu, logo juga bisa meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi pembeli atau konsumen.

3. Kata-Kata

Kata-kata dalam hal ini bisa berupa slogan, tagline, jingle, atau akronim. Supaya lebih melekat dan mudah diingat konsumen, ciptakan kata-kata yang unik, ceria, dan positif.

Contohnya adalah Indomie dengan tagline Indomie Seleraku, menjadikan produk tersebut sangat dekat dan menjadi selera masyarakat Indonesia.

4. Suara

Walaupun hanya sebagai pelengkap saja, tetapi suara tidak ada salahnya untuk ditambahkan. Adanya suara atau lagu tema bisa membuatnya lebih indah dan semakin mudah diingat.

5. Juru Bicara

Adapun yang dimaksud juru bicara dalam hal ini adalah bisa berupa maskot, tokoh, atau seseorang yang bisa diajak kerjasama memperkenalkan perusahaan. Dengan begitu, produk atau jasa yang dijual pun semakin banyak peminatnya.

6. Website

Sekarang sudah eranya digital. Memperkenalkan merek sudah tidak lagi relevan melalui pamflet atau banner besar di jalan, tetapi melalui situs atau website resmi.

Hal ini dikarenakan saat ini lebih banyak calon konsumen yang mencari produk melalui internet dan sudah jarang keluar rumah. Terlebih lagi, pandemi corona membuat orang belanja secara online.

Jenis Branding

Ada berbagai jenis branding yang harus Anda ketahui yaitu :

1. Product Branding

Jenis branding yang pertama ini bertujuan untuk mendorong konsumen memilih produk  si pemilik usaha daripada produk atau jasa yang lainnya. Contoh dalam hal ini adalah produk Indomie dari Indofood atau produk susu bear brand dari Nestle.

Jadi, yang lebih ditonjolkan dan diperkenalkan adalah produk yang hendak dipasarkan.

2. Personal Branding

Jenis personal Branding yang satu ini dilakukan oleh orang. Bisa pemilik usaha tersebut atau bisa melibatkan orang-orang yang dianggap bisa membantu memperkenalkan produk agar semakin terkenal dan banyak pembelinya.

Umumnya, perusahaan menggunakan public figur seperti artis, selebgram, musisi, youtuber, atau influencer karena mereka dianggap bisa mempengaruhi banyak orang.

3. Corporate Branding

Jika personal branding dilakukan perseorangan, maka corporate branding dilakukan oleh perusahaan. Melibatkan semua unsur perusahaan mulai dari pimpinan hingga karyawan.

Corporate Branding penting dilakukan untuk mengembangkan reputasi perusahaan di pasar. Beberapa aspek yang perlu dilibatkan antara lain yaitu visi misi, logo, website, iklan, pemasaran, kredibilitas, dan pelayanan.

4. Destination Branding

Tujuan destination branding adalah untuk mengenalkan produk atau jasa saat nama tempat disebutkan oleh seseorang. Misal, ketika ada yang menyebut Palembang maka orang akan langsung teringat kepada pempek sebagai makanan khas daerah tersebut.

Biasanya jenis branding ini digunakan untuk mempromosikan wilayah untuk kebutuhan bisnis atau pariwisata sehingga dapat meningkatkan devisa atau pendapatan di daerah tersebut.

5. Cultural Branding

Cultural Branding adalah usaha pemberian identitas atau merek yang disesuaikan dengan keadaan budaya atau reputasi suatu bangsa. Contohnya yaitu budaya disiplin Jepang.

Strategi Membangun Branding

Bagaimana strategi membangun branding yang tepat? Anda bisa menerapkan beberapa kiat-kiat berikut ini :

1. Menggunakan Logo yang Sesuai

Bisnis Anda wajib memiliki logo yang menyesuaikan dengan image produk atau jasa yang dijual. Bukan sekedar nama merek saja yang bakal diingat, logo pun merupakan sesuatu yang lekat dalam ingatan konsumen.

Jangan membuat logo secara asal-asalan, jika Anda tidak bisa membuatnya sendiri, carilah jasa desain logo profesional yang bisa mendesain logo secara profesional untuk perusahaan.

2. Memiliki Pesan

Brand atau branding juga harus memiliki pesan ketika memperkenalkan merek dalam bentuk slogan atau tagline. Tujuannya supaya pemasaran bisa berjalan lebih efektif.

Sebagai contoh, Mi Sedaap mempunyai tagline "Jelas Terasa Sedapnya". Tagline tersebut memberi pesan bahwa Mi Sedaap adalah produk mi instan yang rasanya memang benar-benar sedap (enak) sehingga banyak yang menyukainya.

3. Mengintegrasikan Brand

Branding bisa tersampaikan secara lebih efektif apabila ditaruh pada setiap bisnis yang dijalankan. Sebagai contoh yaitu meletakkan logo pada kemasan produk seperti logo Wings Care yang terdapat di sabun cuci daia.

Dengan melakukan pengintegrasian brand, membuat brand bisa dikenal lebih luas oleh konsumen.

4. Memiliki Website

Semakin efektif lagi jika brand Anda memiliki website sendiri sebagai media untuk mempromosikan produk yang dijual. Kebiasaan orang kini sudah mulai berubah, yang dahulunya belanja offline, sekarang lebih banyak yang belanja online.

Sebelum memutuskan membeli, mereka mencari info terlebih dahulu melalui internet baik itu google maupun berbagai sosial media. Berdasarkan hasil studi dari Verisign, 82% calon pembeli mencari produk dan jasa melalui internet.

Coba lihat saja brand-brand terkenal, semuanya memiliki website. Indofood (indofood.com), unilever (unilever.co.id), nestle (nestle.co.id), dua kelinci (duakelinci.com), dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Bangun Kedekatan dengan Konsumen

Cobalah untuk lebih dekat dengan konsumen untuk menciptakan citra positif sebuah bisnis. Misalnya, Anda ingin menawarkan produk ke teman supaya dia mau membeli maka yang harus dilakukan terlebih dahulu sebenarnya mendekati dia terlebih dahulu.

Ibaratnya, jika Anda sebagai konsumen, pasti Anda lebih menerima barang dari orang yang sudah dikenal bukan? Hal ini juga berlaku dalam bisnis, perusahaan perlu membangun kedekatan dengan konsumen agar mereka yakin dan tidak ragu membeli produk yang dijual.

Salah satu usaha pendekatan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan mengadakan acara untuk komunitas pengguna sebuah brand atau merek.

6. Beri Apresiasi Terhadap Pelanggan

Jangan lupa berikan apresiasi kepada mereka yang sudah bersedia membeli produk atau jasa yang Anda jual. Apalagi kepada pelanggan setia, berikan apresiasi yang lebih tinggi lagi.

Mereka ini adalah orang-orang berjasa yang bisa membuat brand Anda bisa dikenal semakin banyak orang. Mereka secara ikhlas mempromosikan bisnis Anda bahkan tanpa dibayar satu rupiah pun.

Bentuk apresiasi bisa diterapkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah ucapan terima kasih. Selain itu, Anda memberi diskon, cashback, atau bonus kepada konsumen yang sering melakukan repeat order. Dengan begitu, mereka merasa lebih dihargai dan mereka akan menjadi pelanggan yang lebih royal.

7. Lihat Kompetitor

Sekali-kali tidak ada salahnya coba tengok kompetitor Anda. Barangkali strategi branding yang Anda lakukan hampir sama dengan yang dilakukan oleh kompetitor. Atau strategi branding yang Anda terapkan mungkin kurang powerfull sehingga kalah dengan kompetitor.

Dengan mengetahui strategi branding kompetitor inilah, Anda bisa sedikit mengevaluasi untuk menentukan apa langkah terbaik selanjutnya.

Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, unsur, jenis, dan strategi branding yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda. Jika memiliki website, tidak ada salahnya untuk menerapkan Search Engine Optimization sebagai cara alternatif untuk mengembangkan brand. Anda bisa memanfaatkan jasa pemasaran digital dari Grow & Bless Digital Marketing termasuk salah satunya adalah Jasa SEO.

You Might Also Like
Find us on another platform, see for yourself what other say about us
clutch reviewGoogle Ads Certifiedsemrush certificationHubspot certification
© 2020 - 2021  Grow & Bless Digital Marketing 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram