Maret 28, 2022

Apa Itu Schema Markup dan Cara Memasangnya

Kategori:

Menggunakan schema markup adalah salah satu teknik SEO yang bisa meningkatkan score halaman Anda, mempermudah naik ke halaman pertama pencarian, dan meningkatkan Click Through Rate halaman. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari bagaimana cara menggunakannya.

Walaupun akan berurusan dengan banyak kode HTML dalam struktur halaman, Anda tidak perlu pengetahuan mendalam tentang ilmu pemrograman dasar dan HTML. Tidak seperti ketika harus mengedit pagespeed halaman, yang mana butuh skill HTML dan CSS untuk merombak struktur tema situs tersebut.

Untuk lebih lengkapnya mengenai penggunaan schema markup, mari kita pelajari dalam artikel berikut ini.

Apa itu Schema Markup?

schema markup

Jika dijelaskan secara sederhana, schema markup adalah kumpulan kode yang disisipkan ke dalam halaman Anda agar algoritma bisa mengidentifikasi apa konten yang dibahas dengan lebih mudah. Sebab kadang konten yang kita muat tidak menyebutkan kata kunci utama yang cukup bagi algoritma Google untuk mengidentifikasi isi konten tersebut.

Jika konten dalam halaman tidak bisa diidentifikasi oleh algoritma, maka Google tidak akan menampilkan halaman tersebut ke hasil pencarian apapun karena dianggap tidak relevan. Itulah mengapa ditambahkan kumpulan semantic vocabulary yang disebut schema markup.

Semantic vocabulary mirip dengan sinonim atau kata-kata yang punya arti mirip. Dalam schema ini, Anda akan menggunakan semantic vocabulary yang punya arti serupa dengan kata kunci utama dalam halaman.

Schema ini bukan hanya digunakan untuk menarik perhatian algoritma dengan membuat konten yang SEO-friendly. Dari aspek pengguna, penggunaan schema juga bisa meningkatkan CTR dengan cara membuat konten terlihat lebih menarik dan user-friendly ketika dilihat di laman hasil pencarian.

Penggunaan schema ini bisa menampilkan informasi lebih lanjut tentang apa yang dibahas di dalam halaman diluar deskripsi dan judul.

Salah satu contoh penggunaan schema markup untuk meningkatkan user-friendly yang paling sering adalah memperlihatkan konser atau acara apa saja yang akan hadir di situs hotel, cafe, atau restoran tertentu.

Selain itu, skema yang sama juga bisa digunakan untuk menampilkan elemen kecil lainnya yang membuat halaman tersebut lebih menarik di mata pengguna internet, misalnya:

  • Harga
  • Event mendatang
  • Author atau pengarang sebuah buku
  • Tempat
  • Brand produk
  • Rating

Search Engine Apa Saja yang Menggunakan Schema Markup?

Schema digunakan oleh hampir semua jenis search engine yang paling terkenal saat ini, di antaranya:

  1. Google
  2. Bing
  3. Yahoo!
  4. Yandex

Umumnya satu schema sudah cukup untuk menampilkan hasil yang sama pada semua jenis mesin pencarian. Meskipun begitu ada kasus juga dimana schema muncul di satu mesin pencarian tapi tidak muncul di hasil pencarian search engine yang lain.

Oleh karena itu, kami sarankan Anda berfokus memaksimalkan schema pada Google saja, dan membiarkan mesin pencarian lainnya sebagai sampingan.

Bagaimana Cara Memasang Schema Markup?

Cara memasang skema ini ada 2, yaitu :

  • Menggunakan plugin CMS WordPress
  • Memasang secara manual

Jika Anda menggunakan dashboard WordPress, kedua cara ini bisa digunakan, walaupun sudah pasti lebih mudah jika menggunakan plugin. Tapi jika Anda menggunakan Blogger, satu-satunya cara adalah dengan memasang secara manual melalui struktur HTML pada tema halaman.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita pelajari bagaimana cara memasang schema yang SEO dan user-friendly berikut ini.

Cara Pasang Schema Markup Menggunakan Yoast SEO di WordPress

Bagi pengguna WordPress yang ingin menggunakan schema, silahkan pasang dulu plugin Yoast SEO dan tampilkan di dashboard.

Jika sudah, masuk ke halaman pos seperti dan tulis dulu konten seperti biasa.

Pada kolom Yoast SEO di bagian bawah halaman konten, akan ada kolom bertuliskan Knowledge Graph & Schema.org. Kolom inilah yang akan mengatur schema pada halaman tersebut secara otomatis.

Silahkan isi Organization jika website Anda merupakan website bisnis yang menjual produk tertentu, dan isi Person jika website Anda merupakan website pribadi, author, dan lainnya.

Kemudian tulis Organization Name atau Person Name dengan nama website. Tulis juga link halaman tersebut di kolom Organization atau Person Logo. Terakhir, klik Upload Image dan langkah-langkahnya sudah selesai.

Cara Pasang Schema Markup Secara Manual

schema

Jika Anda tidak menggunakan WordPress atau tidak menggunakan plugin Yoast SEO, ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk memasang skema ini, yaitu:

  • Menyusun sendiri kode JSON-LD sesuai panduan Google
  • Menggunakan schema markup generator.

Dengan membuat kode JSON-LD sendiri, skema yang dibuat bisa disesuaikan sesuka hati. Tapi cara membuatnya cukup rumit karena dibutuhkan kemampuan menulis kode dalam Javascript.

Oleh karena itu kita hanya akan membahas yang menggunakan generator skema saja.

Saat ini juga sudah banyak website yang menyediakan tools untuk membuat skema secara otomatis. Salah satunya yang akan kita jelaskan sekarang adalah dari Hall Analysis. Untuk lebih lengkapnya, ikuti langkah berikut ini.

  1. Buka website pembuat skema otomatis, kemudian isi form sesuai dengan konten yang Anda buat
  2. Pastikan nama website dan link yang ditulis dalam form tersebut benar
  3. Kemudian, akan muncul susunan kode
  4. Salin semua kode tersebut
  5. Sekarang untuk memeriksa apakah kode tersebut sudah benar atau tidak, masuk ke situs Google Structured Data Testing Tool
  6. Kemudian tempel kode yang sudah disalin tadi ke kolom yang tersedia
  7. Selanjutnya, klik Jalankan Pengujian
  8. Jika kodenya benar, maka akan muncul data sesuai dengan form yang Anda isi. Jika kodenya salah, maka tidak akan muncul data apa-apa
  9. Sekarang kode schema markup bisa Anda tempel langsung ke struktur halaman di situs masing-masing
  10. Cukup tempel saja di bagian bahwa <Head> setiap halaman

Untuk pengguna Blogger, Anda bisa mengikuti langkah-langkah ini untuk menempelkan kodenya.

  1. Masuk ke dashboard Blogger
  2. Kemudian masuk ke Tema
  3. Sekarang klik tanda panah ke bawah di samping tulisan "Sesuaikan"
  4. Klik Edit HTML
  5. Tekan CTRL + F dan ketik <Head>
  6. Kemudian tempel kode yang sudah ditulis di bawah kode tersebut

Ada 2 pendapat mengenai cara memasukan kode skema ini. Ada yang bilang cukup 1 saja di bawah tag <Head>, tapi ada yang bilang harus 2 kali, yaitu setelah <Head> dan sebelum </Head> agar lebih cepat di-crawl.

Sebenarnya keduanya sama saja. Menempelkan 2 kode skema tidak akan membuat proses crawl jadi lebih cepat.

Bagaimana Cara Cek Schema Markup Sudah Ada atau Belum?

Skema sebenarnya bisa dilihat langsung melalui hasil pencarian. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, akan muncul tampilan berupa rating, harga, atau snippet apapun yang Anda isi di form sebelumnya, di bawah judul halaman.

Tapi kadang ada halaman yang tidak masuk ke page one atau peringkat-peringkat pertama pencarian Google. Oleh karena itu, ada cara yang lebih mudah untuk tahu apakah schema sudah benar atau belum pada halaman tersebut.

baca juga: Rekomendasi Tools SEO Terbaik dan Gratis

Caranya yaitu menggunakan situs Google Structured Data Testing Tools. Situs ini dibuat khusus oleh Google sebagai tools untuk memeriksa schema markup pada setiap halaman yang sudah pernah di-crawl alias di-index.

Dalam halaman ini ada 2 hal yang bisa Anda tes, yaitu:

  • Rich Result Test
  • Schema Markup Validator

Untuk menggunakannya, silahkan ikuti tutorial singkat berikut ini.

Rich Result Test

Rich Result Test adalah tools yang digunakan untuk cek apakah kode snippet yang dimasukan sudah berfungsi dengan benar atau belum.

Cara menggunakan tools ini adalah sebagai berikut.

  • Klik Go to Rich Result Text dalam halaman Google Structured Data Testing Tools
  • Kemudian masukan link dari halaman yang ingin Anda tes
  • Tunggu sampai hasilnya keluar

Jika hasilnya tertulis "Valid Items Detected" maka snippet sudah berfungsi. Tapi jika belum, gunakan tools yang berikutnya.

Schema Markup Validator

Halaman dengan schema yang belum muncul tadi bisa di-crawl dengan menggunakan tools Schema Markup Validator.

Caranya adalah sebagai berikut.

  • Klik Go to The Schema Markup Validator
  • Kemudian tulis link halaman Anda
  • Klik Fetch URL dan tunggu sampai loading selesai
  • Jika tidak ada error atau peringatan apapun, klik Validate

Hasilnya memang tidak akan instan. Tapi dengan cara ini Google bisa mendeteksi schema yang Anda gunakan dengan lebih cepat.

baca juga: Mengenal Off Page SEO dan Teknik Optimasinya

Bagi yang masih sangat awam, penggunaan schema markup ini memang akan sedikit membingungkan. Tapi jika dipelajari pelan-pelan, sebenarnya yang perlu Anda lakukan hanya copy-paste kode yang dibuat secara otomatis ke struktur HTML halaman.

Artikel ditulis oleh Lovelyn Silaen
Content Manager dan SEO Specialist dari Grow&Bless Digital Marketing Agency.
Let’s get your business online boosted,
and Grow together with G&B Now!
contact growandbless
Still Not Sure with our service to fit your needs?
Message Us Now
Need Help? We’re happy to help you! +62 811 921 2219 | hello@growandbless.com
google review for growandbless
clutch.co review for growandbless
Google Partner Ads Indonesia
chevron-downarrow-up-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram