Grow and Bless Digital Marketing
Juli 27, 2021
/

Membuat Struktur Website yang SEO Friendly

Oleh: 
Ardian Susanto

Struktur website merupakan aspek paling penting yang bisa mempengaruhi peringkat situs Anda dalam mesin pencarian. Dengan website structure yang SEO friendly, website Anda akan jadi lebih mudah untuk bersaing di halaman pertama Google.

Bukan hanya itu, struktur dalam sebuah website yang dibuat secara SEO friendly juga bisa meningkatkan rasa nyaman pengunjung setiap kali mengunjungi situs Anda. Karena pada akhirnya, Anda wajib mendahulukan user experience jika ingin diprioritaskan oleh Google.

struktur website

Nah, dalam kesempatan kali ini, mari kita pelajari bagaimana cara membuat sebuah struktur dalam website yang rapi, mudah dinavigasikan dan dioptimasi dari segi SEO.

Jenis-jenis Struktur dalam Website

Sebelum membahas tentang urutan struktur situs dan blog yang teroptimasi SEO, Anda perlu tahu dulu ada berapa jenis-jenis yang biasa digunakan dalam proses pembuatan website. Biasanya, struktur sebuah website bisa terdiri dari 5 jenis yang berbeda, yaitu:

1. Network Structure

Struktur jaringan merupakan jenis struktur yang paling dinamis dalam sebuah website. Biasanya, struktur seperti ini digunakan dalam membuat website toko online, e-commerce, atau hal-hal yang berhubungan dengan bisnis dan transaksi secara langsung.

Struktur jaringan dalam website biasanya terdiri dari halaman-halaman yang saling terhubung dengan 1 halaman utama. Sehingga pengunjung bisa memilih halaman apa yang ingin mereka kunjungi selanjutnya dan akan kembali ke halaman pertama.

2. Matrix Structure

Selanjutnya ada struktur matriks. Sederhananya, struktur yang satu ini akan menghubungkan semua halaman di dalam website agar pengunjung bisa mendapatkan lebih banyak pilihan halaman untuk dikunjungi selanjutnya.

3. Linear Structure

Linear Structure merupakan jenis struktur dalam website yang paling sederhana. Biasanya, struktur seperti ini banyak digunakan untuk proses pembuatan website khusus untuk blog pribadi, ilmu pengetahuan, training, maupun untuk sekedar menjelaskan tiap produk yang usaha Anda miliki.

Dalam linear structure, website hanya akan mengarahkan pengguna ke halaman utama yang paling umum ke halaman yang lebih spesifik. Misalnya dari landing page ke halaman artikel yang membahas produk itu sendiri.

4. Hierarchy Structure

Struktur dalam website yang terakhir dan paling banyak digunakan adalah hierarchy structure. Situs yang dibuat dengan hierarchy structure biasanya terhubung saling terhubung antar halaman yang relevan.

Namun hubungan antar halamannya tidak sedinamis network structure dan tidak saling tersambung seluruhnya seperti pada matrix structure.

Urutan Struktur Website SEO Friendly

Nah setelah mengetahui apa saja jenis struktur website terdiri dari apa saja, sekarang waktunya mengetahui urutan struktur dalam website yang baik dan teroptimasi dari segi SEO berdasarkan situs Niaga Hoster.

1. Buat Perencanaan Dasar

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat perencanaan dasar atau skema website tersebut dulu. Dalam tahap ini, Anda perlu merencanakan halaman apa saja yang akan ada di website, halaman mana saja yang akan disambungkan satu dengan lainnya, dan sebagainya.

Dalam tahap ini, Anda juga bisa menentukan ingin menggunakan struktur website yang mana. Jika ingin menggunakan struktur matriks, artinya semua halaman yang tersedia di website tersebut harus saling terhubung satu sama lain. Jika ingin menggunakan struktur linear, artinya Anda hanya perlu menghubungkan 1 halaman dengan 1 halaman lainnya saja.

struktur website

2. Tentukan Halaman Sebagai Homepage

Dalam setiap website akan selalu ada 1 halaman yang menjadi homepage atau landing page. Halaman tersebut adalah halaman yang paling pertama kali dilihat oleh pengunjung situs Anda.

Artinya dalam homepage tersebut Anda perlu memasukan informasi selengkap mungkin namun dengan singkat, padat dan jelas. Jika Anda ingin menggunakan struktur hierarchy, setiap bagian informasi bisa Anda arahkan ke halaman khusus yang menyimpan penjelasan lebih lengkap.

Misalnya dalam homepage ada bagian informasi mengenai produk yang Anda jual. Dalam bagian itu pula, Anda bisa memasukan link yang mengarahkan pengunjung ke halaman katalog seluruh produk Anda.

3. Susun Navigasi dalam Website

Struktur website yang berikutnya dan paling penting adalah navigasi. Tanpa navigasi yang jelas, pengunjung akan kesulitan menggunakan website bisnis Anda. Mereka juga tidak bisa kembali ke halaman tertentu untuk melihat kumpulan informasi yang lain di dalam website.

Navigasi yang paling penting dalam website ada 2, yaitu:

  • Breadcrumb
  • Menu

Breadcrumb adalah tulisan— biasanya berada di atas judul— yang menunjukan posisi halaman dimana pengunjung berada. Contohnya "Produk/ Baju/ Wanita/ Blazzer Wanita Krem Size L". Artinya pengunjung sedang berada di halaman "Blazzer Wanita Krem Size L" dan sudah melewati sub halaman Baju, Wanita, dan Produk.

Sedangkan Menu adalah tulisan yang biasanya berada di samping logo Heading website. Bagian struktur navigasi yang satu ini tentunya digunakan untuk mempermudah pengunjung bila ingin melihat halaman tertentu dalam website.

4. Masukan Sistem Taksonomi

Taksonomi merupakan salah satu bagian dari struktur website yang fungsinya mirip dengan navigasi. Namun fungsi taknonomi ini lebih untuk sebuah pengelompokan konten tertentu agar pengunjung bisa melihat kumpulan konten tertentu dengan lebih mudah.

Sama dengan navigasi, taksonomi juga terdiri dari 2 jenis. Yaitu:

  • Tags
  • Categories

Tags merupakan tagar merupakan jenis pengelompokan halaman yang tidak dikelompokan berdasarkan sub halaman tertentu. Artinya ketika pengunjung menekan salah satu tag dalam halaman tersebut, maka ia akan melihat semua halaman dengan tags yang sama

Sedangkan pada categories, pengelompokan dilakukan dengan sub halaman tertentu. Misalnya kategori"Blazzer" yang merupakan sub halaman dari "Wanita" dan "Baju".

Kedua jenis taksonomi ini paling sering ditemui pada website dengan struktur hierarki. Yang mana memprioritaskan hubungan antar halaman dan sub halaman.

5. Masukan Internal Link untuk Setiap Konten

Selanjutnya, Anda juga perlu memasukan internal link untuk setiap konten dan unggahan di website tersebut. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk optimasi SEO dalam membuat struktur website.

Internal link bisa dimasukan secara manual maupun otomatis dengan kode tertentu. Namun untuk website toko online, yang mana bisa memiliki ratusan konten unggahan, sebaiknya menggunakan internal link otomatis yang bertuliskan "Produk Serupa", "Lihat Juga", atau "Produk Terkait".

Sedangkan untuk website blog, edukasi, dan informasi, Anda bisa memasukan internal link secara manual. Dengan begitu posisi link bisa disesuakan dengan kalimat yang berhubungan dengan link tersebut.

6. Mengelola dan Merawat Struktur Website

Tahap terakhir sekaligus paling panjang dalam merancang struktur website adalah tahap perawatan dan pengelolaan. Dalam tahap ini, Anda harus terus mengoptimasi struktur pada website selama situs tersebut masih aktif.

Proses perawatan yang paling mudah adalah dengan audit SEO. Bila ada struktur yang rusak atau teridentifikasi akan menurunkan ranking di mesin pencarian, Anda bisa langsung mengganti halaman tersebut dan merapihkannya.

Demikianlah pembahasan mengenai urutan pembuatan struktur website yang teroptimasi dari segi SEO. Untuk menguasai materi ini, Anda harus langsung mempraktekannya dan melihat sendiri mana bagian yang salah dan mana yang benar. Jika Anda membutuhkan jasa SEO untuk website Anda, jangan ragu untuk menghubungi Grow&Bless Digital Marketing.

You Might Also Like
Find us on another platform, see for yourself what other say about us
clutch reviewGoogle Ads Certifiedsemrush certificationHubspot certification
© 2020 - 2021  Grow & Bless Digital Marketing 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram